Video dan kronologis pembakaran Polsek Bendahara Aceh

51

INAnews.co.id , Aceh – Perusakan dan pembakaran yang dilakukan massa tersebut merupakan buntut merupakan buntut kekesalan massa, akibat salah satu warganya tewas setelah ditangkap terkait kasus pengedaran sabu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, peristiwa bermula saat personel Polsek Bendahara menangkap pengedar sabu berinisial AY (31) di kawasan Gempong Tanjung Kramat, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang, Selasa dini hari.

Insiden pembakaran terjadi pada siang hari. Ratusan masyarakat mendatangi Mapolsek dan sempat melakukan perusakan terhadap beberapa motor yang terparkir didalam lokasi, hingga akhirnya terjadi pembakaran.

Tersangka AY ditangkap saat melakukan transaksi. Dalam operasi yang dipimpin Kapolsek Bendahara Ipda Iwan Wahyudi itu, petugas mengamankan barang bukti sabu seberat 2 gram.

Keterangan dari Kanit Reskrim Polsek Bendahara Bripka BK, pelaku AY mengaku masih menyimpan barang bukti lain. Aparat akhirnya melakukan pengembangan berdasarkan keterangan pelaku dengan membawa tersangka, kemudian bergerak sekitar pukul 04.00 WIB subuh.

“Saat itu ada 3 anggota yang pergi mengambil barang bukti lain, yakni Brigadir AM, Brigadir DDS dan Brigadir PS. Mereka berangkat menggunakan mobil patroli yang saat itu tersangka duduk di tengah, yang menyetir yakni Brigadir AM,” ujar Dedi melalui keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Dalam perjalanan, tersangka AY dalam kondisi terborgol mencekik leher Brigadir AM yang mengemudikan mobil. Dan akibatnya, mobil menabrak trotoar karena hilang kendali. Sekejap itu juga terjadi baku hantam antara petugas dan pelaku. Yang akhirnya tersangka AY lepas dan coba melarikan diri

Barang bukti sabu ditemukan petugas terkubur dalam tanah. Selanjutnya petugas dengan membawa tersangka berikut barang bukti yang ditemukan kembali ke Mapolsek Bendahara untuk penyidikan lebih lanjut.

Setiba di Polsek, tersangka AY diberi makan oleh Brigadir DDS. Namun setelah makan, pelaku merasa pusing dan langsung tidak sadar. Brigadir PS lantas menghubungi Ipda IW melaporkan kondisi tersangka. Kapolsek kemudian memerintahkan anggotanya untuk membawa tersangka ke puskesmas terdekat.

Hingga akhirnya pihak rumah sakit merujuk tersangka ke RSU Aceh Tamiang menggunakan ambulans. “Setiba di rumah sakit, langsung ditangani namun nyawa pelaku tidak tertolong. Kapolsek Bendahara juga hadir di rumah sakit saat itu,” ucap Dedi.

 

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.