Sikap diam Ma’ruf Amin, skenario dalam debat capres

89

INAnews.co.id, Jakarta – Usai debat Capres dan Cawapres digelar pada Kamis (17/1/19) malam di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Banyak pihak beranggapan atas cawapres 02 Ma’ruf Amin tidak menguasai dan tidak mendominasi debat.

“‎Kami memang atur karena Pak Jokowi ini kan Capres petahana. Jadi kan kalau capres petahana, sudah kita perkirakan, pasti pertanyaan itu apa yang sudah bapak lakukan selama 4 tahun kan,” ucap Asrul Sani saat ditemui di Rumah Aspirasi usai nobar debat bersama ratusan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menjawab itu, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Asrul Sani mengatakan sikap menahan diri dan rendah hati dari Ma’ruf Amin sepanjang debat ‎merupakan bagian dari skenario kubu Jokowi-Ma’ruf Amin.

Lanjut Asrul apabila masuk di bagian ‎yang memang dikuasai dan sesuai porsi Ma’ruf Amin yang juga sebagai ulama maka disitulah peran penting dari Ma’ruf Amin, utamanya dalam membahas tema terorisme.

“Begitu bidang yang dimana memang Pak Ma’ruf punya peran, itu masuk di terorisme.‎ Ke depan hal-hal yang terkait penanggulangan terorisme deradikalisasi intoleransi. Itu akan menjadi kursinya Pak Ma’ruf,” ungkap Asrul Sani.

‎Lanjut Asrul Sani yang membantah Ma’ruf Amin lebih banyak diam dan mendengarkan disaat debat bukan karena tidak cakap. Menurutnya karena memang dari awal kubu Jokowi-Ma’ruf Amin tidak mau ada asal jawab di dalam debat.

“Ini kan lebih bagus memang Pak Ma’ruf Amin kita kasihkan porsi yang lebih khusus. Nah itu memang skenarionya seperti itu,” tegas Asrul Sani.

“Hal-hal yang tekait dengan terorisme itu istilahnya konsep deradikalisasi, itu bagian Pak Ma’ruf Amin. Yang terkait penindakan hukum yaitu presiden yang akan memimpin,” kata Asrul Sani menambahkan.

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.