Ceramah Slamet Ma’arif berujung tersangka

INAnews.co.id, Jakarta – Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif  ditetapkan menjadi tersangka atas kasus pelanggaran kampanye.

Hal itu diketahui melalui surat panggilan bernomor S.Pgl/48/II/2019/Reskrim Resort Surakarta yang beredar di kalangan wartawan.

Dalam surat itu, Slamet disangka melakukan tindak pidana pemilu karena melakukan kampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU provinsi dan kabupaten/kota sebagaimana diatur dalam Pasal 280 ayat (1).

Kampanye di luar jadwal itu berlangsung ketika dia menyampaikan ceramah pada kegiatan Tabligh Akbar PA 212 Solo Raya di Gladak, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, pada Minggu, 13 Januari 2019.

Penetapan Slamet Ma’arif sebagai tersangka dilakukan setelah Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Surakarta, Poppy Kusuma, membawa bukti-bukti dugaan pelanggaran pemilu dalam acara Tabligh Akbar PA 212 Solo.

  Terjadi pergeseran sistem peradilan pidana terpadu

Kapolresta Surakarta, Kombes Ribut Hari Wibowo, mengatakan pihaknya sudah memeriksa 11 saksi.

Menurut pengacara Slamet Ma’arif, Mahendradatta, apa yang disampaikan kliennya dalam Tabligh Akbar di Solo tidak ada unsur pelanggaran.

Ribut menambahkan, penetapan tersangka Slamet Ma’arif tersebut telah melalui tahapan.

Penyidik Polresta Surakarta telah melakukan penanganan kasus dugaan pelanggaran kampanye secara profesional.

“Penyidik sudah menangani secara profesional dan kami akan melakukan penanganan semaksimal mungkin secara profesional dan transparan,” ujarnya.

Slamet Ma’arif merupakan ketua umum kelompok yang beranggotakan para mantan peserta gerakan 2 Desember 2016 yang berujung masuk selnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kasus penistaan agama.

Dalam acara Reuni 212 pada Desember 2018 lalu, calon presiden Prabowo Subianto tampak hadiri.

  Pengadilan negeri kembali menggelar sidang dugaan penggelapan pembelian Lumina Tower

Kemudian, pada September 2018, Prabowo meneken kontrak politik dengan forum yang digagas kelompok 212.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here