Indonesia keberatan atas bea masuk besi baja ke India

INAnews.co.id, Jakarta – Sejumlah perusahaan besi baja di India tengah mendesak pemberlakuan bea masuk terhadap impor komoditas baja dari Indonesia.

India menuding China, Jepang, dan Korea Selatan telah melakukan praktik dumping besi baja ke India.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, kondisi tersebut bersamaan dengan lonjakan impor besi baja dari mitra-mitra perdagangan bebas India di Asia Tenggara.

Kenaikan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan impor besi baja India dari Korsel dan Jepang yang masing-masing sebesar 29% dan 35% pada periode yang sama.

Dengan demikian, mereka mendesak agar Pemerintah India memberlakukan tambahan bea masuk dan mengkaji ulang kerja sama perdagangan bebas yang melibatkan negara-negara Asean yang tergabung dalam pakta Asean-India Free Trade Area (AIFTA).

  Industri petrokimia senilai Rp. 53 triliyun dibangun di Cilegon

Menanggapi kabar tersebut, Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Pradnyawati mengaku, hingga saat ini Pemerintah Indonesia belum mendapatkan notifikasi kenaikan tarif impor besi baja dari Pemerintah India.

“Namun, jika nantinya regulasi tersebut tidak sesuai dengan aturan perdagangan internasional dan merugikan bagi Indonesia, Pemerintah Indonesia tidak akan segan–segan mengajukan keberatan baik secara bilateral maupun multilateral di forum dispute settlement body [DSB] WTO,” ujar Pradnyawati seperti diberitakan Bisnis.com pada Senin (11/2/2019).

Indonesia selama ini telah menikmati cukup banyak manfaat dari AIFTA, salah satunya terhadap produk besi baja.

Diharapkan Pemerintah India tidak mengenakan bea masuk terhadap besi baja asal Indonesia.

Pradnyawati memperkirakan, tuntutan pemberlakuan tarif impor besi baja di India tersebut disebabkan oleh depresiasi rupee sebesar 12% sepanjang Januari—September 2018.

  Paska Longsor, Bitcoin Mulai Stabil

Desakan muncul akibat implikasi dari kebijakan Amerika Serikat (AS) yang membatasi impor besi baja dari India sehingga mengakibatkan ekspor baja negara tersebut turun 13% secara tahunan pada 2018.

Menurut Ia sebenarnya Pemerintah India tengah menggenjot penggunaan baja lokal pada sejumlah industri domestik.

Dikarenakan kualitas produk lokal belum sesuai dengan spesifikasi berapa produsen otomotif keberatan atas kebijakan tersebut.

Perlu diketahui ,besi dan baja asal Indonesia, termasuk dalam produk yang dibutuhkan oleh pelaku sektor otomotif di India.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here