Anggaran riset Indonesia ,2016-2017 capai Rp.30,8 triliun

INAnews.co.id, Jakarta – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyatakan bahwa menurut hasil survei belanja untuk penelitian dan pengembangan Indonesia tahun 2016-2017 sebanyak Rp30,8 triliun atau 0,25 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Mengutip data survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2016, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati mengatakan belanja riset dan pengembangan (litbang) periode 2016-2017 lebih besar dibandingkan tahun 2013-2014 yang menurut data masih 0,08 persen dari PDB.

“Data tersebut dari survei yang kita punya. Walau kita tahu, banyak industri swasta yang tidak memberikan angka dan juga ada yang tidak memberikan angka yang sesungguhnya,” kata Dimyati di Jakarta, Sabtu (16/02/2019) seperti diberitakan Antara.

Berdasarkan asumsi anggaran pemerintah tahun 2016-2017, persentase belanja litbang pemerintah pusat masih dominan di Indonesia, mencapai 80,97 persen atau Rp24,92 triliun.

Bisa saja, menurut dia, anggaran riset swasta lebih besar dari yang masuk dalam data pemerintah.

Sedangkan pemerintah daerah hanya 2,91 persen atau sekitar Rp900 miliar. Dengan demikian total belanja riset pemerintah pusat dan daerah Rp25,8 triliun atau 0,21 persen dari PDB.

Sementara belanja litbang perguruan tinggi tercatat sekitar Rp 810 miliar dan belanja lembaga litbang swasta sekitar Rp1,33 triliun.

Sebelumnya Dimyati mengatakan litbang merupakan bagian dari investasi dan mesin pembangunan, dan instrumen percepatan kemajuan sebuah bangsa.

Ia juga mengatakan bahwa riset harus ditempatkan sebagai investasi, bukan sekadar belanja, sehingga perlakuannya harus dibedakan dengan pengadaan barang atau jasa biasa.

Hasil survei juga menunjukkan belanja litbang industri manufaktur di Indonesia mencapai 9,15 persen dari PDB atau sekitar Rp2,81 triliun menurut hasil ekstraporasi berdasarkan survei litbang industri manufaktur 2015.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here