Festival perang air saat Imlek ,ternyata pencetusnya AKBP Pandra

INAnews.co.id, Meranti – Mantan Kapolres Meranti Pertama AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, melihat banyak perubahan yang terjadi di Meranti khususnya dibidang Pariwisata dengan banyaknya Hotel yang dibangun.

”Saya menjadi Kapolres Meranti Pertama 2 tahun 9 bulan, setelah saya melihat banyak sekali perubahan di Kepualauan,” ujar Pandra kepada media di Kepulauan Meranti, Jumat (08/02/2019).

Yang paling meninggalkan bekas bagi masyarakat Kepualauan Meranti terhadap AKBP Pandra adalah jika dirinya sebagai pencetus festival ‘perang air’ atau Festival, yang diberi nama Cian Cui.

Tradisi tahunan masyarakat Kepulauan Meranti, Riau, ini dilakukan saat merayakan Tahun Baru Cina atau Imlek yang diberi nama Cian Cui, bagi warga Tionghoa, air melambangkan berkat melimpah.

AKBP Pandra mencetuskan ide tersebut pada tahun 2014, saat dirinya menjabat sebagai kapolres pertama di Meranti.

Dia mengatakan sebelum resmi menjadi festival, tradisi menyiram air di hari Imlek menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saat itu masih banyak terjadi gangguan kamtibmas maupun kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, di mana tidak semua warga Selatpanjang, akan menerima apabila disiram air saat melintas di jalan,” kata Pandra.

Sehingga dirinya melakukan perubahan untuk merubah kebiasaan tersebut dengan membuat Festival yang berada di suatu tempat di Kepualauan Meranti.

“Rencana festival tahunan itu akan tayang dalam program TV swasta pada tanggal 15 februari,”pesan Pandra.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here