HIMPAUDI perjuangkan nasib guru PAUD melalui judicial review di MK

INAnews.co.id, Jakarta – Melalui Rapat Kordinasi Nasional Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Indonesia (HIMPAUDI) akan membuat sinergi dan kolaborasi stake holder dalam gerakan Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) berkualitas.

Diantaranya yakni mensosialisasikan dan mempertajam pendataan Data Pokok Pendidikan ( Dapodik).

Menurut Ketua Umum, Nety Herawati HIMPAUDI pendataan Dapodik dijadikan dasar dari semua data yang digunakan pihak pemerintah di sekolah PAUD.

“Dengan Dapodik mengajak seluruh stake holder untuk bergerak bersama melakukan pendataan, ini semua bertujuan dalam rangka menuju gerakan PAUD berkualitas,” ujar Nety , Sabtu ,(23/02/2019).

Selain itu  Bundo Nety sapa akrab Ketua Umum HIMPAUDI , menerangkan bahwa  HIMPAUDI saat ini sedang berjuang  di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk kesetaraan para guru PAUD se Indonesia dengan melakukan judicial Review atas Undang-Undang Guru dan Dosen.

  Menara Masjid Raya Sumatera Barat akan dibuka pada Juli 2019

“Kita ajukan kepada MK tentang permohonan pengujian materiil atas pasal 1 angka 1 dan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 yang bertentangan dengan pasal 28D ayat (1) UUD 1945 dan pasal 27 ayat (2) UUD 1945 juga pasal 28 ayat (2) UUD 1945,” jelas Bundo Nety.

Dengan uji materi ini , jika dikabulkan oleh MK maka guru guru yang selama ini tidak diakui sebagai  guru dengan putusan MK guru paud  menjadi  diakui dan ini dapat mengangkat moral dan sosial guru PAUD , dan  secara  otomatis  profesi nya akan di jaga oleh negara, sehingga guru guru tersebut juga dapat mengkuti sertifikasi.

Rakornas HIMPAUDI yang diselenggarakan 23 – 25 Februari 2019,   ini dihadiri oleh kurang lebih 750 peserta dengan tamu khusus sebanyak 184 Bunda PAUD dari tingkat provinsi hingga Kecamatan.

  Gagal raih emas, insan merasa malu pada Menpora

Kegiatan ini dibuka oleh istri Mendikbud, Wida Muhadjir Effendy sekaligus mewakili Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here