Dinamika perjuangan buruh dari jaman ke jaman

INAnews.co.id , Jakarta – Tulisan ini didedikasikan untuk mengenang hari Buruh khususnya untuk para Buruh di tanah persada yang sedang resah.

Revolusi Industri pertama yang terjadi dikota Liverpool Inggris tahun 1825 menurut pendekatan sosiologis adalah merupakan tahapan evolusi masyarakat. Evolusi dari masyarakat Feodal agraris kepada masyarakat Industri awal.

Revolusi Industri tidak akan pernah terjadi jika tidak munculnya apa yang disebut petani Komersial dalam masyarakat feodal saat itu .

Hadirnya Petani komersial akibat timbulnya pemikiran tentang kapitalisme dalam bidang ekonomi yang berorientasi kepada keuntungan dan disisi lain disaat yang bersamaan adanya pemikiran tentang konsep Negara Demokrasi dan Persamaan hak bagi setiap individu – individu.

Semboyan tentang ” Born and Free ” dan All Man the created equal . Dan konsep peraingan bebas. Konsep – konsep pemikran inilah yang merubah pola pikir dari produksi untuk dipakai menjadi produksi untuk di jual.

Produk dari ” Petani Komersial ” secara evolusi yang cukup panjang melahirkan munculnya kelas baru dalam masyarakat Inggris saat itu . Yaitu Golongan ” Kaya dan Pandai ” yang merupakan cikal bakal dari pada kaum kapitalis.

Akibat Revolusi Industri maka terbentuk strata kelas masyarakat ditandai munculnya kaum Pemodal dan kelas pekerja ( buruh ). Buruh adalah ” Anak ” sulung yg dilahirkan dari ” Rahim Revolusi Industri.

Perubahan pola manajemen produksi dari pertanian ke Industri praktis merobah pola dari mengandalkan ” kekuatan kerja ” menjadi sistim pabrik.

Revolusi industri pertama di Inggris telah memetakan sejarah panjang tentang eksploitasi para pekerja dalam gaji buruh yang murah dan jam kerja ketat dan pemberian kesejahteraan yang tidak memadai.

Kehidupan buruh yg memperihatinkan dalam dekade itu mencetuskan ide gagasan dari Karl Marx yg masih mempunyai Gen dari Yahudi ini untuk menulis buku ” Das Capital ” . Dimana merupakan cikal bakal ideologi komunisme merupakan bentuk perlawanannya terhadap ideologi Kapiltalisme.

Marx menilai ada ketidak adilan yang terlalu jomplang antara hubungan majikan (Pemodal) dan pekerja dari apa yg dihasilkan masing-masing. Marx manatap sinis pemodal memupuk kekayaan individu oleh karenanya Marx menafikan peran swasta dalam kehidupan bernegara.

Marx terlalu mendewakan peran negara yang selalu menyelesaikan persoalan masyarakat. Padahal negara dalam kenyataannya mempunyai keterbatasan alamiah. Kelemahan konsep Marx lainya setelah melampaui tahap pertama yang dicita – citakan Marx tidak bisa merumuskan secara kongkrit fase apa yang seharusnya dilakukan.

Kegagalan konsepsi Komunis dalam menciptakan kesejahteraan yang merata oleh negara hanya kesejahteraan yang terjadi pada lapis elit nya saja, ini merupakan antithese dari doktrin original Marx sendiri.

Pecahnya Negara Uni Soviet dan Negara – Negara komunis Eropa Timur adalah contoh yang paling kongkrit dari kegagalan teori Marx tentang konsep Negara dan kesejahteraan.

PERAN BURUH DALAM PRADABAN DUNIA

Peran buruh menjadi begitu diperhitungkan dalam dinamika pradaban modern setelah Karl Marx dalam ” Tagline” Manifesto komunisnya menuliskan ” The Workers all Country unite ” . Sejarah revolusi berdarah Bolhsevik 1911 yang menumbangkan kaisar Rusia Nicola 2 dengan memainkan peran buruh sebagai kekuatan yg telah dipersiapkan ( dimatangkan ) .

Peran Buruh sebagai penentu politik dan kebijakan juga pernah terjadi di Negara Polandia yg di komandoi oleh LehWalensa ..
Di Eropa Barat yang liberal namun tetap terdapat juga komunis aliran lemah yang disebut Euro Comunism atau Fabianisme.

Disitulah tempat bercokol para buruh yang sedkit banyak dipengaruhi pemikiran Marx walau sifatnya mereka lebih kearah sosialis. Peran Partai Buruh di Inggris dan Australia yang cukup dominan sedkit bsnyak pola pikir konsep buruh sebagai pelaku ekonomi digaris kedua akan menjadi penentu kebijakan ekonomi eropa eropa.

Eksistensi Buruh sebagai kekuatan pelaku ekonomi Dunia telah diakui secara gamblang oleh PBB dengan adanya Badan perburuhan Internasional yakni Internasional Labour organization ( ILO). Pradaban Modern adalah Industri dan industri adalah Pabrik dan Buruh.

DINAMIKA BURUH DI TANAH AIR

Tidak seperti Buruh dibanyak Negara dari masa ke masa memainkan peran yang signifikan dan mempunyai posisi tawar terhadap negara. Buruh ataupun serikat buruh di Indonesia hanya memainkan peran pinggiran saja. Hanya sebagai katup pelengkap dari Pressure Groups .

Dalam perspektif sejarah dan ideologi sejarah perkembangan Buruh di Indonesia mempunyai spesifiknya tersendiri dia menjadi anti Teori terhadap variable kecendrungan konfigurasi buruh pada umumnya.

Menganalisa tentang dinamika buruh di Indonesia pasti kita mulai dari era Presiden Suharto. Seperti pada Revolusi Industri pertama di inggris industri pertama yang ada di Indonesia adalah pabrik Garmen dan kemudian indutri lain.

Banyak kisah duka cita nasib buruh pabrik pada era orde baru , dari  gaji yang kecil jam kerja yang tidak ada liburnya dan tidak ada jaminan kesehatan ,  parahnya pemecatan tanpa pesangon, serta kecelakaan kerja tanpa asuransi.

Kasus Marsinah catatan kelam, dari seorang buruh wanita yang dibunuh tanpa perikemanusian karena memprotes meminta hak – hak buruh untuk diperlakukan lebih manusiawi. Diera Orde baru sikap kritis para buruh telah didegradasi dengan cara refresif dan intimidatif aktivis pejuang hak buruh terpendam dalam tilam.

Salah satu cara efektif membungkam suara buruh yaitu membentuk serikat buruh yang berafliasi dengan Rezim saat itu. Hanya serikat buruh tersebut yang didengarkan oleh pemerintah malah. Peran politik dimainkan untuk melakukan bujukan dengan menempatkan perwakilan buruh di kursi parlemen.

Dalam era Reformasi seperti kuda lepas kendali, bermuculanlah berbagai serikat buruh yang mempunyai ciri – ciri tersendiri ada yang beraliran sosialis ada yang mempunyai menopang bendera Islam ada yang beraliran buruh liberal.

Ada yang berafliasi kepada Parpol dengan mendirikan Partai Buruh , namun gagal. Mengamati dengan seksama peran buruh dalam dasawarsa belakangan ini makin membingungkan.

PERSFEKTIF BURUH DI REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Dalam era Melenial ini jika sekiranya para Buruh ingin didengarkan aspirasi dan dihargai eksistensinya tidak bisa tidak harus ada penyatuan serikat buruh menjadi kesatuan yang lebih besar bukan berarti hanya ada satu organisasi saja tapi tema yang diusung bisa akan jauh lebih besar dari tema – tema nya diusung selama ini .

Buruh harus mempunyai tokoh yang cerdas dan disegani seperti yang dibuktikan dalam sejarah buruh di dunia. Baru setelah itu selanjutnya para buruh harus mampu menciptaksn Partai buruh yang duduk di parlemen agar perjuangan buruh lebih kongkrit kedepannya .

Faktor penting lainya untuk penguatan Power buruh dan kewibawaannya dan menghilangkan citra buruh yang terkesan kumuh dan rusuh .Para Buruh harus mempunyai sendiri Media Modern sesuai tututan Jaman seperti Media TV khusus Buruh.

Jika citra ini bisa direalisasikan maka buruh tidak lagi dipandang dengan sebelah mata saja juga bukan lagi sebagai baut pelengkap atau peminta kerja saja dari Pabrik .

Tapi buruh adalah bagian dari Sistem Industri yang penting yang menyatu dan buruh bisa menjadi roh bagi sebuah Pabrik atau Industri .

Selamat hari buruh .!
Semaga kalian adalah bagian anak Bangsa yang ingin menciptakan kemajuan dan kesejahteraan Masyarakat Indonesia yg kita cintai.

Chairudin Simatupang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here