SK Pendirian R.S Islam Fatimah Cilacap digugat di PTUN Jakarta

Kuasa Hukum Yayasan Rumah Sakit Islam Bercahaya, Mahmud Bersama Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Bercahaya, Muhajir usai sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Selasa (21/5/2019).

INAnews.co.id, Jakarta – Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Bercahaya (Yarusib), Muhajir melakukan gugatan atas terbitnya SK terkait pendirian Yayasan Rumah Sakit Islam Fatimah di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Pengadilan Tata Usaha Negara pada Selasa (21/5 2019) mulai melakukan persidangan gugatan dengan Nomor perkara 63/G/2019 yaitu  kepada Yayasan Rumah Sakit Islam Fatimah (YARUSIF), Cilacap, Jawa Tengah.

Diketahui Fuad Bawazier adalah Dewan Pembina Yayasan Rumah Sakit Islam Fatimah  Cilacap. Kasus ini bermula ketika Fuad Bawazier,  selaku Dewan Pembina YARUSIF, membangun rumah sakit islam Fatimah  tanpa melalui musyawarah dan menghilangkan tujuan awal pendirian yayasan yaitu mengembangkan kegiatan Da,wah Islamiyah.

Suasana sidang gugatan di PTUN Jakarta

Mahmud, SH. selaku Kuasa Hukum penggugat dari Yayasan Rumah Sakit Bercahaya (YARUSIB), Cilacap mengatakan Fuad Bawazier, dinilai telah melakukan kegiatan dengan cara sendiri dan untuk kepentingan  sendiri tanpa melalui musyawarah dengan Dewan Pembina lain.

“Fuad Bawazier juga telah membangun Yayasan Baru, yaitu Rumah Sakit Islam Fatimah, Bbukan kelanjutan dari Yayasan Rumah Sakit Islam Bercahaya Cilacap yang sebenarnya telah berdiri dari tahun 1983,” lanjut keterangan dari Mahmud SH.

Mahmud menjelaskan bahwa tujuan gugatan yang dilakukan adalah meminta Pihak PTUN membatalkan surat SK Menkumham mengenai pendirian Yayasan Rumah Sakit Fatimah.

“Ada 4 SK, yang pertama Keputusan AHU/709/AH/01.04/2011 tgl 21 Febuari tentang pengesahan Rumah Sakit Fatimah Cilacap, yang terahir direktur jendral Administrasi Umum Kemenkumham AHU/AH/1.06/903/2013 tentang Rumah Sakit Islam Fatimah tentang adanya perubahan-perubahan akte yayasan,” paparnya.

Mahmud mengatakan bahwa pihak Fuad Bawazier tidak layak menguasai aset Rumah Sakit tersebut. Sebab berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Cilacap sebelumnya telah memenangkan kliennya yaitu  Yayasan Rumah Sakit Islam Bercahaya Cilacap.

“Jadi secara tegas masalah yang di perkarakan adalah Pihak Yayasan Rumah Sakit Fatimah (YARUSIF) telah mencaplok atau mengusai secara sepihak Yayasan Rumah Sakit Islam Bercahaya Cilacap (YARUSIB),” jelas Mahmud.

Selanjutnya Mahmud berharap PTUN dapat mengembalikan dan menetapkan bahwa pemilik yang sah adalah pihaknya yaitu Yayasan Rumah Sakit Islam Bercahaya Cilacap (YARUSIB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here