Polres Banggai dianggap tidak sesuai prosedur tetapkan 3 orang debt collector menjadi tersangka

INAnews.co.id, Luwuk – Penyidik satuan Reskrim (SATRESKRIM) Polres Banggai, telah menetapkan tiga orang debt collector menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana pencurian di kelurahan Simpong Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai pada 10 Januari 2019.

Ketiga tersangka itu berinisial RF(36), DA(29), dan DR(39) diduga melakukan pencurian atas Objek Jaminan Fidusia berupa kendaraan roda empat (mobil) .

Menanggapi hal itu Tim Kuasa Hukum dari ketiga tersangka menganggap bahwa ketiga klienya itu tidak pernah melakukan tindak pidana pencurian atau perbuatan yang melawan hukum (weder-rechttelijke) sebagaimana yang telah di tuduhkan dalam Laporan Polisi No: LP/67/11/2019/SULTENG/Res-Bgi tanggal 01 Februari 2019.

“Klien kami melakukan penarikan mobil Berdasarkan Surat Kuasa mengambil barang jaminan yang di keluarkan oleh perusahaan P.T Oto Multhiartha Finance dan itu legalistasnya ada dan bukan pencurian atau perampasan” kata
Jefrisman Tanduru SH didampingi Purnawadi Otoluwa SH di kantornya pada Rabu 26 juni 2019.

Jefri menegaskan, penyidik melakukan penetapan tersangka yang tidak sesuai dengan prosedur berdasarkan Surat dimulainya Penetapan Tersangka (SPDP).

“Hal ini dijelaskan dalam MK No:130/PUU-XIII-2015, yang mana penyidik wajib memberitahukan dan menyerahkan SPDP Kepada Penuntut Umum, terlapor dan korban atau terlapor paling lambat 7 hari setelah dikeluarkanya Surat Perintah Penyidikan (SPDP)” jelas Jefri.

Tambahnya penyidik menetapkan tersangka tanpa menyerahkan SPDP kepada tersangka dan juga tidak pernah melakukan pemeriksaan kepada Terlapor.

“Belum ada BAP cuma menurut terlapor katanya mereka hanya di wawancarai oleh penyidik pada Februari 2019 dengan Alasan Berita Acara Wawancara (BAW),” katanya.

“Justru kami bingung dengan adanya BAW dari Penyidik, sedangkan yang di kenal itu adalah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan ketiga klien kami mengaku belum menerima atau mendapatkan SPDP “ujar Jefri.

Sementara Purnawadi Otoluwa menambahkan, Pelaksanaan eksekusi Objek Jaminan Fidusia tersebut dilakukan Kkllienya sesuai BeritaAcara Serah Terima Barang Objek Jaminan Fidusia dilakukan para pihak secara sukarela dan dibuktikan dengan adanya gambar, video, serta rekaman suara komunikasi via telepon pada saat itu juga.

“Jadi Faktanya di lapangan Klien kami berasama Pemegang unit (bukan debitur) melakukan dokumentasi sesuai dengan prosedur,” ujar Purna.

Purna juga pertanyakan legal standing pelapor karena perjanjian dengan pihak Oto Finance bukan dengan pelapor.

“Pasal 1338 KUH Perdata menyebutkan pihak membuat perikatan/perjanjian itulah hukum yang mengikat diantara mereka,” tambahnya.

Purna pertanyakan berpindahnya objek jaminan fiducia tersebut kepada pihak lain termasuk perbuatan pidana.

“Kalau toh juga PEOJF dikategorikan pencuri berarti selama ini pelaksanaan eksekusi yg terjadi adalah pencurian, sangat aneh, ‘ tegas Purna.

Dalam Pelaksanaan Eksekusi/Titel EKSECUTORIAL Pasal 30 Undang-Undang (UU) No:42 Tahun 1999 Tentang JAMINAN FIDUSIA, Debitur wajib menyerahkan Objek Jaminan Fidusia tersebut.

Juga berpandangan bahwa, Pelaksanaan Eksekusi Objek Jaminan Fidusia merupakan Pelaksanaan PUTUSAN PENGADILAN yang mana sudah di atur dalam UU No:42/1999 tentang FIDUSIA, Pasal 15 ayat 1 .

“Bila Petugas Eksekusi Objek Jaminan Fidusia melaksanakan tugasnya berarti melakukan Putusan Pengadilan, sehingga agak kurang Paham ketika mereka (Klienya) terus di sangkakan dalam Tindak pidana Pencurian, ” ujar Purna.

Menurutnya dalam menjamin keamanan dalam Pelaksanaan Eksekusi jaminan Fidusia tersebut, Pihak Pembiayaan dan Petugas Eksekusi saling Berkoodinasi Kepada Pihak Kepolisian.

“Banyaknya pembiayaan yang colaps salah satu penyebabnya karena banyaknya Debitur yang wanpretasi sehingga pelaksanaan eksekusi banyak menjumpai hambatan,”ungkap Pengacara di PPKHI Sulteng.

Oleh karena itu Purna berharap pada pembiayaan untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here