Kantor BPN Jakarta Timur Digeruduk Aliansi Tanah Untuk Rakyat

0

INAnews.co.id, Jakarta – Aksi demo ini dilakukan buntut dari kekecewaan warga sekitar Jakarta Timur lantaran program pemerintah terkait sertifikat gratis atau PTSL belum juga rampung dan berjalan sangat lambat. Melalui aksi demo yang dilakukan rabu ini (17/7/19 ), Peserta demo berharap agar BPN Jakarta Timur dapat merealisasikan janjinya. Sehingga untuk pembuatan sertifikat tanah dapat dipermudah dan segera rampung.

“Kita ke sini mau tagih janji BPN saja. Dulu mereka bilang sertifikat tanah bisa jadi dalam enam bulan. Namun kenyataan tidak seperti itu. Sudah berjalan setahun lebih tapi punya saya belum jadi juga,” ujar salah satu pendemo di lokasi, Rabu (17/7/2019).

Diawal Aksi demo sempat terjadi Insiden kecil, warga dan oknum preman yang berada di lokasi depan BPN Jakarta Timur merasa terganggu dengan kehadiran para pendemo, sehingga sempat mengusir para pendemo dan saling adu dorong dan akhirnya berbuntut pemukulan dari oknum preman kepada peserta demo, Salah seorang pendemo bernama Kusbandi menderita memar di wajah akibat pemukulan tersebut, Bahkan Wahyudi salah seorang orator yang berada di atas mobil komando juga sempat menyaksikan para oknum preman merusak audio yang berada di mobil komando aksi dengan menggunting kabel kabel speaker.

Bung G Pasaribu selaku koordinator aksi, mengatakan Dalam aksi demo ini, diikuti sekitar 200 warga perwakilan dari tiga kecamatan, seperti Pulogadung, Cakung dan Matraman. Mereka mengancam akan terus menggelar aksi demo selama belum ada realisasinya dan meminta kepada pihak BPN untuk dipertemukan kepada Kepala BPN Jakarta Timur.

Akhirnya melalui negoisasi dengan di mediasi oleh Pihak kepolisian dari Polres Jakarta Timur, Kepala BPN Jakarta Timur mau menerima perwakilan pendemo untuk berdialog didalam gedung BPN. Dalam dialog tersebut Bung G Pasaribu di dampingi oleh Bapak Made selaku perwakilan Aliansi dan juga beberapa warga yang sampai saat ini proses pembuatan sertifikatnya masih terhambat.

Dalam Dialog tersebut  Bapak Made selaku Perwakilan Aliansi mengatakan bahwa warga yang sedang mengurus PTSL ini  telah melihat adanya potensi terjadinya pungutan liar dalam pembuatan sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dikenal dengan sertifikat gratis Jokowi kasus ini terjadi di Kecamatan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulo Gadung dan Kecamatan Pisangan Baru-Matraman

Hal lain yang disampaikan oleh perwakilan warga adalah sulitnya pendaftaran karena birokrasi , ini terjadi di RW 08 Cililitan, RW 06 Rawa Terate dan RW 10 Pulo Gadung. Di Area ini seolah olah info yang di sampaikan dari BPN tentang syarat Program PTSL tidak tersampaikan dengan baik ke warga, seakan akan informasinya putus.Padahal pihak BPN menyatakan telah menginformasikan kepada pemerintah daerah setempat tentang syarat syarat mengikuti Program PTSL. Akibat informasi yang terputus ini membuat warga prustasi dan galau sehingga dengan didampingi Aliansi mengeruduk kantor BPN jakarta Timur Melakukan Demo.

Tuntutan Demo yang di sampaikan , ALIANSI TANAH UNTUK RAKYAT adalah :

  1. Tangkap dan Berantas Mafia Pertanahan di Jakarta Timur.
  2. Tangkap dan Adili oknum Pelaku Pungli PTSL di Jakarta Timur.
  3. Pemda harus proaktif memberikan pelayanan Informasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program PTSL.
  4. Kepolisian Republik Indonesia harus turut serta mensukseskan program PTSL.
  5. Reformasi Birokrasi BPN demi terwujudnya Reforma Agraria.

Diakhir sesi dialog dalam Gedung BPN  perwakilan Aliansi dan Koordinator Aksi meminta kepada Kepala BPN Jakarta Timur untuk menemui pendemo yang sudah menunggu diluar gedung BPN , menyampaikan hal hal yang berkenaan dengan program PTSL tersebut. Pada akhirnya Kepala BPN Jakarta Timur menyetujui permintaan tersebut dan langsung menemui pendemo di depan gedung BPN Jakarta Timur, Kepala BPN Jakarta Timur berjanji kepada para pendemo akan segera membantu mempercepat program PTSL dengan meminta warga pun juga membantu BPN Jakarta Timur dengan sesegera mungkin melengkapi berkas berkas yang dibutuhkan dalam pembuatan sertifikat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.