Polresta Pekanbaru Ringkus Sindikat Penipu Bermodus Jimat Mustika Sulaiman

0

INAnews.co.id , Pekanbaru – Satuan Reserse kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru, meringkus komplotan penipuan modus menggunakan jimat pengobatan.

Korbannya Nia Fitrisia telah ditipu oleh kedua pelaku yang mengaku dapat menyembuhkan penyakit dengan menggunakan jimat . Hasilnya dengan menipu dengan menukar kartu ATM pelaku menguras uang Rp 119 juta.

Inisial kedua pelaku adalah Gempa Ardi Arta alias Gem, warga Jalan Pancur Mas, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Bengkulu. Kemudian, M Sahil alias Pak Ing, warga Dusun Kecamatan  Tanjung Tebat, kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. 

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaluddin Syam, Jumat (16/8/2019) mengatakan, para pelaku diamankan, setelah adanya laporan dan dilakukan pengembangan. 

”Selain kedua pelaku ada dua lagi rekannya yang masih DPO,” kata Awaluddin. 

Dua rekan yang dijadikan DPO, lanjut Awaluddin yakni sebagai orang yang menjual jimat mustika sulaiman dan mengaku warga negara Malaysia yang disapa Pop Mi dan seorang perempuan berinisial Mey juga jadi buronan Polisi. 

”Setiap beraksi Pop Mi mengaku sebagai warga negara Malaysia dan  bicara dengan logat Melayu,” ujar Awaluddin.

Dari keterangan dua pelaku yang tertangkap, saat beraksi, keempat pelaku berbagi peran. Pelaku bernama Pop Mi berperan membawa jimat Mustika Sulaiman dan akan mengantar ke Museum Riau, M Sahil dan Mey berperan sebagai pasangan suami istri yang berminat dengan jimat Mustika Sulaiman  dan Gempa Ardi Arta  bertugas sebagai sopir.

”Komplotan ini beraksi di Biggby Coffee di Jalan Tuanku Tambusai, Kelurahan  Delima Kecamatan  Tampan, Rabu, 31 Jul 2019 sekira pukul 12.30 WIB. Ketika itu pelaku mendekati korban yang sedang berkumpul dengan teman-temannya,” sebut Awaluddin

Artikel Terkait Lainnya

Komentar Anda

Your email address will not be published.