Tingkatkan Penyaluran Pembiayaan Produktif, BNI Syariah Gelar Pelatihan UMKM

0

INAnews.co.id, Jakarta – Untuk mencapai target pembiayaan komersil BNI Syariah melakukan beberapa strategi diantara salah satunya adalah intensif mengembangkan segmen UKM, dan bekerjasama dengan developer bonafide untuk menggarap bisnis konsumer.

Satu dari program UKM yakni BNI Syariah memperdalam penetrasi ke pembiayaan UMKM dengan mengadakan pelatihan UMKM di 68 cabang BNI Syariah di seluruh Indonesia dalam periode pelaksanaan 17 – 25 September 2019.

Direktur Kepatuhan & Risiko BNI Syariah, Tribuana Tunggadewi mengatakan, “Tujuan pelatihan ini adalah untuk memajukan usaha para pelaku industri melalui kerjasama dengan lembaga atau komunitas baik formal maupun tidak formal yang berorientasi pada pengembangan skill yang dibutuhkan. Melalui pelatihan ini, diharapkan dalam jangka pendek bisa mengembangkan kewirausahaan dan melahirkan entrepreneur baru yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan ekosistem halal di Indonesia”.

Total lebih dari 1500 peserta UMKM hadir dalam pelatihan di seluruh cabang. Pelatihan juga diselenggarakan untuk mitra binaan dari Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII), Forum Wakaf Produktif (FWP), dan mitra Binaan Pasar Modern Bintaro – BSD.

Sektor ekonomi yang akan menjadi andalan BNI Syariah untuk meningkatkan pembiayaan UMKM terutama mikro adalah pada segmen pembiayaan kelompok perkebunan, peternakan, dan channeling. Dalam hal ini, perseroan cukup selektif dalam memilih nasabah pembiayaan yang memiliki kematangan usaha baik.

Sampai Juni 2019, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 31,66 triliun, tumbuh 26,0% atau sebesar Rp 6,54 triliun yoy. Adapun pembiayaan produktif menyumbang 53% dari total pembiayaan BNI Syariah sebesar Rp 16,7 triliun.

Pembiayaan produktif meliputi pembiayaan komersial, Small Medium Enterprise (SME), dan mikro yang masing-masing menyumbang secara berurutan 28,9%, 18,8% dan 5,3% dari total pembiayaan. Ditargetkan pertumbuhan pembiayaan hingga akhir tahun 2019 sebesar 15% yoy secara moderat.

Artikel Terkait Lainnya

Komentar Anda

Your email address will not be published.