Aktivis 98 Nilai Kabinet Jokowi Jilid 2, Terkesan Bagi Lapak Kekuasan

INAnews.co.id, Jakarta – Tetap ditunjuknya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Kerja Jilid 2 dalam pemerintahan Jokowi-Ma’ruf ini adalah merupakan kegagalan etika demokrasi.

“Demokrasi sudah dicederai oleh kompromis politik berbagi lapak ,”  Tegas  Aznil Tan Aktivis 98 saat aksi menolak Kabinet Jokowi di Jakarta pada Kamis
Aznil tambahkan perilaku elit politik sudah tidak punya rasa malu lagi dan tidak menjaga nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
“Harusnya punya etika  demokrasi (Pemilu) yang kalah legowo sebagai oposisi dan yang menang tidak jumawa sebagai penguasa”, ujar Aznil kepada media di Taman pandang Monas saat melakukan aksi pada Kamis 24 oktober 2019.
Aznil Tan menilai bahwa ini akan menjadi preseden buruk buat demokrasi Indonesia kedepan. Dimana nanti akan muncul budaya licik dari kandidat yang kalah pemilu (capres/pilkada) untuk bargainig potition.
“Bagi kandidat yang kalah berdemokrasi akan berupaya membuat kerusuhan agar bisa mendapat kue kekuasaan. Karena faktor ketakutan dan mencari selamat maka pemenang pemilu akan membagi kue kekuasaannya. Ini sangat berbahaya,” jelas Aznil.
Aznil menyayangkan demokrasi yang diperjuangkan dengan nyawa, darah dan air mata oleh para mahasiswa 98 pada 21 tahun yang lalu seperti dikhianati. Pemilu yang juga telah memakan anggaran besar ternyata yang dihasilkan hanya tempat berbagai lapak para elit politik.
“Ini tak ubahnya pertarungan basa-basi dan penuh kebohongan. Rakyat tertipu,” tegas Aznil Tan selanjutnya.
Tambah Aznil apalagi sosok Prabowo sebagai Menteri Pertahanan sangat kuat terindikasi kasus pelanggan HAM berat. Penegakan keadilan pada kasus-kasus pelanggaran HAM akan mati suri kedepan.
Aznil jelaskan jika sosok Jokowi yang dulu didukung karena anak kandung reformasi sebagai wujud konkrit reformasi yang memutus mata rantai generasi Orde Baru (Soeharto), pendobrak sistem yang feodal, militeristik, korup, pemimpin beretorika, congkak dan pemalas terjun ke rakyat, namun ternyata sosok Jokowi sekarang sudah mengarah pemimpin yang jago berbicara.
Terbentuknya kabinet Indonesia Maju tidak sesuai dengan Visi Indonesia yang dinyatakan dihadapan pendukungnya. Nomenklatur tidak sesuai semangat Indonesia maju, perubahan jaman, dan berorientasi hasil yang selalu digaung-gaungkan selama ini.
“Sosok menteri yang mengisi Kabinet Indonesia Maju lebih banyak diisi oleh orang yang tidak jelas. Aroma berbagi lapak dan kompromis politik sangat kental mewarnai pembentukan kabinet Indonesia Maju,” jelas Aznil.
Menindak lanjuti Aksi Aktivis ’98 Menolak pada tanggal 22 Mei 2019 di depan istana negara, Aznil Tan Selaku koordinator demo aksi para  aktivis 98 ketika  melakukan demo aksi  menyerukan point point pernyataan sebagai berikut;
1. Para Aktivis 98 wajib hukumnya turun gunung kembali mengawal cita-cita reformasi karena reformasi sedang diamputasi.
2. Aktivis 98 harus terus gaungkan perlawanan baik melalui diskusi-diskusi, konferensi pers, penggalangan rakyat & mahasiswa menggelar aksi demo turun ke jalan menuntut Presiden Jokowi untuk segera mencopot Prabowo sebagai Menteri Pertahanan dan Edhy Prabowo KKP dalam Kabinet Indonesia Maju.
3. Jokowi harus segera menuntaskan penegakan hukum pada kasus pelanggaran HAM pada penculikan aktivis, kerusuhan 13 Mei 1998, Tragedi Trisakti, Tragedi Semanggi 1 & 2 dan kejahatan HAM lainnya.
4. Menyerukan kepada mahasiswa untuk tetap bersuara lantang dan progresif memperjuangkan kepentingan rakyat yang sekarang sedang dihegemoni oleh kekuatan eli-elit politik yang cenderung berbagi lapak. Tetaplah setia dalam garis perjuangan reformasi yang telah didobrak mahasiswa 1998 dulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here