Milad KCTI ke 3 usung tema Hargai Keberagaman di NKRI

INAnews.co.id, Jakarta – Puncak perayaan dan syukuran HUT ke-3 KTCI dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.Sekitar  lebih dari 150 mobil Calya memadati Kantong Kantong parker di sekitar area area acara, para anggota datang beserta keluarganya hadir. Hal ini lah yang membuat suasana menjadi sangat riuh meriah, karena acara Milad ke 3 KTCI di jadikan sebagai ajang silahturahmi dan hari guyuban untuk semua yang hadir.

 

Dalam acara milad ini Ratusan member Komunitas Toyota Calya Indonesia (KTCI) merayakan hari jadi terbentuknya komunitas tersebut.  Perayaan HUT ke-3 KTCI ini dilaksanakan di Anjungan Kalimantan Selatan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (06/10/2019). Sang Ketua Mas Sapto ketika di Tanya oleh awak Inanews, mengapa menggunakan area anjungan Kalimantan Selatan, Denga bahasa bahasa guyon Mas Sapto menjelaskan “ Yang akan datang  ibukota kita kan pindah ke Kalimantan.

Mas Sapto kembali menjelaskan walau acara meggunalan area anjungan Kalimantan selatan, akan tetapi para member yang hadir di persilahkan menggunakan baju adat baju adat semua suku yag ada di Indonesia, Hal ini untuk menunjukan bahwa KTCI sangat menghargai keberagaman yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Kegiatan HUT ke-3 KTCI ini pun diisi dengan berbagai aktifitas menarik. Seperti kedatangan influencer tokoh budaya, coaching clinic, servis mobil gratis, hingga live musik dan berbagai games untuk keluarga yang membawa anak-anaknya , seperti lomba menggambar dan mewarnai, bermain dengan badut dan game game antar member itu sendiri.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan ultah komunitas Toyota Calya ini dirasa sangat unik dan sangat inspiratif. Pasalnya, di perayaan kali ini mengangkat tema ‘Yuuk Bersatu Lagi Hindari Isu SARA’ dengan menghadirkan hal-hal yang ‘berbau’ dengan keanekaragaman Nusantara.

“Akhir-akhir ini banyak kejadian anarkis dan brutal seperti di Wamena misalnya, itu semua hasil dari isu SARA. Makanya di 3rd Anniversary ini kita mengambil tema tersebut dengan cara membangun keanekaragaman Nusantara,” ujar Erlangga selaku Ketua Pelaksana 3rd Anniversary KTCI.

Dia melanjutkan, tema tersebut tercermin dari balutan pakaian para panitia acara KTCI. Di mana setiap panitia mengenakan baju adat dari sejumlah daerah. Menurutnya, baju adat yang dikenakan panitia tersebut dijadikan sebagai simbol melawan isu SARA. “Semua panitia menggunakan baju daerah. Ini sebagai simbol melawan isu SARA,” tegas Erlangga.

Pada  hari sebelumnya KTCI juga  mengunjungi sekolah untuk anak anak  jalanan dan kurang mampu di TK Sekar Jl. Jemb. Merah No.2, RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan

untuk mensosialisasikan bahaya sampah pelastik dengan memberikan sumbangan botol minum dan  tempat makan. Kepada murid murid yang di temui para member KTCI mengatakan Kita sumbang botol minum jadi mereka setiap hari membawa sendiri botolnya, karena itulah salah satu cara mengurangi sampah plastik. Karena sampah plastic tidak dapat hancur dan sulit di urai kembali oleh alam. Demi menjaga lingkungan hidup yang lebih baik, para member KTCI berharap semua harus sudah mulai mengurangi sampah plastic.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here