Kejagung Menetapkan Benny Tjokro dan Hendrisman Rahim Cs Sebagai Tersangka Korupsi Jiwasraya

Para Tersangka Akan Segera Menghuni Rutan Salemba Cabang Kejagung

0

INAnews.co.id, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya menahan tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana PT Asuransi Jiwasraya, pada Selasa (14/1/20). Ketiga tersangka itu adalah Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat.

Benny keluar terlebih dahulu dari Gedung Bundar tempat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung sekitar pukul 17.00 WIB. Pengusaha kelahiran Surakarta itu mengenakan baju tahanan berwarna pink setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih dua jam.

Beberapa saat kemudian sekitar setengah jam setelah Benny keluar dari Gedung Bundar,dan kali ini giliran Hary Prasetyo muncul sudah mengenakan baju tahanan. Tak lama kemudian giliran Heru juga digiring menuju mobil tahanan.

Benny, Hary dan Heru akan segera menghuni Rutan Salemba Cabang Kejagung. Ketiganya bakal menjalani penahanan untuk 20 hari pertama.

Sebelumnya Kejagung telah mengeluarkan surat perintah penyidikan bernomor Trim 33/F2/Fd2/12 tahun 2019 tanggal 17 Desember 2019 untuk menyidik kasus dugaan korupsi di Jiwasraya. Kejagung menduga BUMN bidang layanan keuangan itu telah melakukan banyak investasi pada aset-aset berisiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi.

Namun, investasi itu ditempatkan pada perusahaan berkinerja buruk. Akibatnya, PT Asuransi Jiwasraya hingga Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp 13,7 triliun.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Hari Setiyono

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono mengatakan bahwa penyidik dari Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) telah memeriksa delapan orang dalam kasus dugaan korupsi asuransi Jiwasraya pada Selasa (14/1/20) hari ini. Dari delapan orang itu, lima orang di antaranya ditetapkan tersangka dan langsung dilakukan penahanan di lokasi berbeda. Sementara tiga lainnya masih saksi.

Kapuspenkum  membantah bahwa tiga orang itu dibebaskan dari jeratan hukum Kejagung. “Bukan bebas, tetapi masih saksi, dan masih dapat dipanggil lagi untuk di periksa dan dimintai keterangan ” ujar Hari di Kejagung, Selasa.

Hari menuturkan seharusnya pada Selasa ini ada sembilan orang yang diperiksa. Namun, hanya delapan orang. Pasalnya, satu orang sudah diperiksa pada Senin (13/1/20).

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.