Mitigasi Bencana dengan Tanaman Vetiver

Vetiver atau akar wangi adalah sejenis rumput yang berasal dari India dengan nama latin Chrysophogon Zizaionide

0

INAnews.co.id, Jakarta –  Presiden RI Joko Widodo minta agar jajarannya turut melakukan penanaman tanaman yang diketahui memiliki kemampuan untuk mencegah tanah longsor dan erosi.

Seperti tanaman Vetiver yang dapat menahan gempuran aliran hujan deras dan menjaga kestabilan tanah sebagai langkah upaya mitigasi bencana.

“Saya kira tanaman vetiver, akar wangi, akan saya cari sebanyak-banyaknya bibit dan benih sehingga bisa kita lakukan penanaman terutama di Lebak dan Kabupaten Bogor,” kata Presiden saat menerima sejumlah kepala daerah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020 bersama Kepala BNPB, Menteri PU, Menteri LHK, dan Seskab.

Jarang orang tahu bahwa tanaman vetiver memiliki banyak manfaat yang baik terhadap lingkungan hidup.

Manfaat dari tanaman Vetiver antara lain bagian daunnya dapat bermanfaat menyerap karbon, pakan ternak, mengusir hama, bahan atap rumah, dan bahan dasar kertas. Pada bagian akarnya bermanfaat mencegah longsor dan banjir, memperbaiki kualitas air, melindungi infrastruktur, menyerap racun, dan menyuburkan tanah.

Vetiver System adalah sebuah teknologi sederhana yang berbiaya murah dengan memanfaatkan tanaman vetiver hidup untuk konservasi tanah dan air serta perlindungan lingkungan. VS sangat praktis, tidak mahal, mudah dipelihara, dan sangat efektif dalam mengontrol erosi dan sedimentasi tanah, konservasi air, serta stabilisasi dan rehabilitasi lahan.

Vetiver juga mudah dikendalikan karena tidak menghasilkan bunga dan biji yang dapat cepat menyebar liar seperti alang-alang atau rerumputan lainnya.

Keistimewaan vetiver sebagai tanaman ekologis disebabkan oleh sistem perakarannya yang unik. Tanaman ini memiliki akar serabut yang masuk sangat jauh ke dalam tanah saat ini rekor akar vetiver terpanjang adalah 5.2 meter.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi dan bekerjasama dengan baik dalam hal pengendalian banjir dan bencana alam, utamanya di wilayah ibukota dan sekitarnya.

Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan kota harus berjalan beriringan dalam menjalankan strategi pengendalian baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Komentar Anda

Your email address will not be published.