Perhelatan Pertama One Pride MMA di Awal Tahun 2020

Jungle of The Warriors One Pride Mixed Martial Art Fight Night 36, Lahir dua Juara Baru

58

INAnews.co.id, Jakarta – Fight Night 36 One Pride MMA yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020) malam.

Adalah Perhelatan pertama One Pride MMA di tahun 2020 sebagai pertarungan pembuka awal tahun.Fight Night 36 One Pride MMA malam itu dibuka secara resmi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali dan turut mendampingi malam itu para tokoh negarawan seperti Bambang Soesatyo dan Azis Syamsudin dan tampak dikursi penonton vip juga  tampak hadir Masington Pasaribu.

Wendry Pattilima mengalahkan Alwin Kincai dengan keputusan mutlak

Sebagai pertarungan pembuka, Windri Pattilima bertarung melawani Alwin Kincai dan mempertahankan rekor sempurna 4 kali menang di One Pride MMA.

Windri menggunakan takedown dan top control untuk mencegah “Macan Kerinci” memakai Teknik drop knee yang menjadi andalannya.

Pria kelahiran Kotamobagu, Sulawesi Utara ini terus mengendalikan permainan tanpa memberikan kesempatan berarti bagi Alwin untuk memberikan perlawanan, dan Windri Pattilima akhirnya memenangkan pertandingan melalui keputusan mutlak.

Zainal Abidin Bachri mengalahkan Alfons dengan keputusan mutlak

Pada partai berikutnya, Zainal Abidin Bachri bertarung melawan Alfons, pertarungan partai kedua ini adalah pertarungan  berdarah, karena akibat dari jual beli pukulan yang sengit mengakibat wajah kedua petarung mengeluarkan darah.

Pada pertarungan ini Zainal   kembali mengalahkan Alfons melalui pertarungan selama 3 ronde.

Angga mengalahkan Jeka Saragih dengan Rear Naked Choke di ronde 4 dan menjadi juara baru kelas lightweight

Partai ketiga adalah partai pertarungan perebutan gelar kelas lightweight, pada partai ini Jeka Saragih bertarung melawan Angga “The Hitman”.

Dalam pertarungan mempertahankan sabuk juara ini ternyata pada  FN 36 itu, Jeka Saragih  harus menyerah pada Angga di pertarungan pertahanan gelarnya yang ke-5.

Dalam pertarungan  Title fight di kelas lightweight ini sekilas akan berakhir cepat ketika Jeka di awal ronde pertama bertarung sangat cepat dan berhasil merobohkan Angga dan bertubi tubi menghujani Angga dengan pukulan-pukulan kuat di ronde pertama.

Namun, Angga pun berhasil membalikan situasi, bahkan sanggup memasukkan Jeka ke dalam triangle choke yang hampir mengakhiri perlawanan Jeka di ronde pertama.

Selanjutnya pada Ronde kedua dan ketiga, Angga yang sudah bisa membaca strategi gaya bertarung  Jeka  dengan cepat membawa Jeka ke permainan bawah dengan menggunakan ground and pound untuk menguras tenaga Jeka.

Angga yang sudah bisa membaca  kondisi fisik Jeka yang sudah banyak berkurang, maka Angga semakin meningkatkan usahanya untuk mengakhiri pertarungan dengan mencoba beberapa tehnik kuncian dan pukulan.

Pada satu kesempatan  “The Hitman” pun mengakhiri perlawanan Jeka Saragih dengan Rear Naked Choke pada 4:24 dari ronde keempat dan berhasil merebut sabuk juara kelas Lightweight yang disandang Jeka Saragih .

Rama Supandhi mengalahkan Suwardi dengan Rear Naked Choke  di Ronde 3 dan menjadi juara baru kelas flyweight

Partai terakhir adalah Partai utama, Pada partai ini Suwardi  “ Sang Becak Lawu “ harus bertarung melawan Rama Supandhi untuk mempertahankan sabuk juara.

Namun dalam pertarungan di partai utama Rama Supandhi ternyata mampu menghentikan laju “ Sang Becak Lawu” Suwardi,  dan Akhirnya Rama menjadi juara baru di kelas flyweight.

Jalannya pertarungan di partai utama ini sangat menegangkan dan membuat penonton menahan napas, karena, Pada ronde pertama, Suwardi hampir mengakhiri perlawanan Rama dengan kuncian tangan yang didapat dari balasan atas kuncian leher Rama.

Namun, Rama bertahan dengan kuatnya. Hingga bel pertandingan berbunyi, pada ronde pertama ini pemenang belum juga muncul.

Pada  ronde kedua pertarungan membuat seluruh pendukung kedua petarung semakin histeris Karena kedua petarung menggunakan  teknik tingkat tinggi.

Sang Becak lawu maupun Rama Supandhi sama sama unjuk kebolehan dalam kecakapan teknik submission. Saling berbalik posisi terjadi, keduanya terus berupaya mengakhiri laga. Tapi sampe bel berbunyi , pemenang tak kunjung keluar.

Memasuki ronde ketiga nampaknya Suwardi mulai kewalahan karena  Rama bertarung begitu licin dan cerdik serta dibantu dengan napas yang panjang.

Di ronde ketiga, pada menit  3:11 Suwardi melakukan kesalahan dan membuat Rama mendapatkan celah untuk melepaskan rear naked choke. Suwardi pun menyerah. Sabuk juara kelas terbang melayang ke tangan Rama.

Kekalahan Sang Becak Lawu pada pertarungan mempertahankan gelar malam itu sungguh sungguh membuat pendukungnya terkejut dan kecewa, karena sejatinya apabila pada pertarungan malam itu Suwardi berhasil mengalahkan Rama, maka Suwardi berhasil menang bertarung sepuluh kali berturut turut.

Dalam salah satu peraturan di KOBI menurut Ardi Bakrie, apabila petarung berhasil bertarung sepuluh kali menang maka petarung itu berhak menyandang sabuk juara abadi. Dan sayangnya pada pertarungan ke sepuluh Suwardi “Sang Becak Lawu” ternyata justru di kalahkan oleh Rama Supandhi.

Hasil One Pride MMA FN 36 : Angga dan Rama Juara Baru di Tahun yang Baru

Hasil pertandingan One Pride Fight Night 36 secara lengkap adalah sebagai berikut:

  • Partai Utama: Flyweight title fight: Rama Supandhi mengalahkan Suwardi dengan Rear Naked Choke pada 3:11 di Ronde 3 dan menjadi juara baru kelas flyweight
  • Lightweight title fight: Angga mengalahkan Jeka Saragih dengan Rear Naked Choke pada 4:24 di ronde 4 dan menjadi juara baru kelas lightweight
  • Lightweight Ranking Fight: Zainal Abidin Bachri mengalahkan Alfons dengan keputusan mutlak
  • Welterweight Ranking Fight: Wendry Pattilima mengalahkan Alwin Kincai dengan keputusan mutlak
Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.