Pemkot Bitung Geser Anggaran 8 Miliyar Cegah Wabah Covid 19

0

INAnews.co.id Bitung- Pemkot Bitung memperketat pencegahan penyebaran Covid 19 dengan membatasi orang yang masuk ke Kota Bitung.

Hal ini diungkapkan setelah menggelar rapat dengan Forkopimda Kota Bitung di Ruangan Kerja Wali Kota Bitung, Senin 30 Maret 2020.

Wali Kota Max J Lomban saat di wawancarai menyampaikan kalau dirinya bersama Kapolres Bitung, Dandim 1310 Bitung dan Kepala KSOP Kota Bitung, Kadis Kedehatan dan Sekda, telah melaksanakan rapat evaluasi tentang penanganan Covid-19.

Hasilnya kami mengambil langkah strategis, diawali dengan sosialisasi kepada seluruh Camat dan Lurah sampai Pala dan RT, untuk melaksanakan pembatasan orang luar yang masuk Kota Bitung.

“Pertama pintu masuk laut, pertama KSOP Bitung sesuai surat Dirjen kita boleh melakukan pembatasan kalau daerah melakukannya, besok suratnya akan saya kirim ke Menteri Perhubungan terkait rencana dua atau tiga hari kedepan yang akan membatasi orang masuk Kota Bitung melalui kapal penumpang bahkan tidak membolehkan kapal penumpang masuk ke Kota Bitung, kecuali kapal barang atau logistik, dan ABK kapal diatur sebagaimana protocol kesehatan yang berlaku,” ujar Lomban.

Lanjut Lomban, Kedua yang diputuskan untuk pintu masuk darat akan kami tutup dan hanya ada satu pintu akses masuk ke Kota Bitung.

Sesuai dengan data ada empat pintu untuk bisa masuk ke Kota Bitung yaitu sebelah selatan Kelurahan Tanjung Merah, Barat – Kelurahan Sagerat, Utara – Kelurahan Karondoran dan Pinasungkulan.

“Kedepan nanti kita akan menutup pintu tiga pintu masuk, yang dibuka hanya Kelurahan Sagerat disana juga akan dibuat Posko dan akan menggunakan protkol dari Dinas Kesehatan dan akan dibantu aparat TNI dan Polri,”ungkap Lomban.

Sambil menambahkan, “dua hari untuk melaksanakan sosialisasi dan berikutnya akan direalisasikan pembatasan dibantu pihak TNI dan Polri,” ucap Lomban.

Lanjutnya lagi “Ketiga saya sudah memerintahkan Dinas Kependudukan dan Capil, Disnaker, Dinsos, dan Dishub untuk melakukan pendataan bagi mereka yang sangat rentan terdampak terhadap Covid-19.

“Sopir angkot, tukang ojek, angkutan laut seperti taxi laut, buruh bangunan, dan buruh bagasi dipelabuhan mereka semua akan di data dan akan diberikan bantuan berupa sembako yang dapat menolong mereka untuk seminggu berjalan, berupa beras, ikan kaleng dan mie instan, kita persiapkan semua,” jelasnya.

Lomban menambahkan, Dinas Pertanian dengan seluruh jajaran dan dibantu oleh Polres dan TNI dapat mensosialisasikan kepada warga agar mau menanam rempah-rempah dan sayuran, agar ketika instruksi pencegahan diperpanjang, kita sudah mempunyai ketersedian pangan selain Bawang Rica Tomat, tapi juga menanam Ubi, Jagung dan Pisang.

“Hal ini bisa menyediakan bahan makanan untuk pertolongan pertama, saya sesuai instruksi menteri pertanian stok harus cukup selama tujuh bulan, kalau kondisinya begini terus kita bisa manfaatkan hasil perkebunan,” tuturnya.

Lomban juga menyampaikan, sejak tanggal 15 Maret 2020, sudah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Terdahulu saya geser, adalah anggaran yang sangat prioritas, selain itu ada SKPD lain yang mengikuti melakukan pergeseran anggaran bertahap, tanggal 14-17 Maret 2020, seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Dinas Kominfo,” kata Lomban.

Kemudian lanjut Lomban, Sekda sudah melaporkan bahwa yang telah diproses pergeseran anggaran sudah mencapai 8 Miliyar lebih hampir 9 Miliyar Rupiah.

“Sekda sudah menyampaikan pergeseran anggaran ini ke DPRD, agar pihak DPRD mengetahui pergeseran yang telah dilakukan, agar lebih cepat lebih baik,” tutup Lomban.

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.