Seluruh DPW Partai Berkarya Tolak Munaslub Yang Dianggap Ilegal

0

 

INAnews.co.id , Jakarta – Munculnya Presidium Penyelamat Partai Berkarya (P3B) yang mengklaim didukung 2/3 DPW/DPD dibantah oleh DPW Se-Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers DPP Partai Berkarya, dikantornya Jalan Antasari No. 20 , Jakarta, Kamis 19 maret 2020.

“Anggaran Dasar Partai Berkarya tidak mengenal istilah presidium, itu ilegal!” tegas Muhammad Samuel Widono, Ketua DPW Partai Berkarya Bangka Belitung dalam jumpa persnya.

Muhammad Samuel Widono hadir bersama para Ketua DPW mewakili 24 DPW. Dimana 24 DPW tersebut telah menyatakan komitmen dengan fakta integritas mendukung formatur DPP Partai Berkarya hasil Rapimnas Solo.

Munaslub yang digagas pihak yang menyatakan diri sebagai Presidium Penyelamat Partai Berkarya (P3B), dinilai Widono sebagai upaya mencederai partai dan menginginkan perpecahan.

Senada dengan Widono, Ketua DPW Partai Berkarya Lampung H.A. Jazuli Isa, menyatakan bahwa presidium itu ilegal dan inkonstitusional, apalagi dengan mengklaim dan membawa-bawa 2/3 DPW dan DPD, sedangkan DPW/DPD telah berkomitmen terhadap partai dengan pakta integritas.

Demikian halnya Ketua DPW Partai Berkarya Sumatera Utara Benny Willem, yang menurutnya seharusnya seluruh kader rapatkan barisan mempersiapkan pemilu 2024, bukan ribut sesama anggota dengan langkah inkonstitusional mengatasnamakan seluruh kader.

Usulan menarik diungkapkan ketua DPW Partai Berkarya NTT Antonius, bahwa apabila jajaran Presidium tetap ingin percepatan Munas atau munaslub, ia menyarankan DPP Partai Berkarya mencabut identitas keanggotaan KTA seluruh penggagas Presidium Penyelamat partai Berkarya (P3B).

Pernyataan sikap DPW se- Indonesia ini juga telah dikonsultasikan dengan jajaran Pengurus DPP Partai Berkarya pada tanggal 16 Maret 2020.

Sementara itu Ketua Umum Ormas Perisai Berkarya Tri Joko Susilo, menyatakan sebagai ormas sayap partai, Perisai Berkarya tetap berkomitmen mendukung formatur DPP Partai Berkarya hasil Rapimnas Solo.

“Secara konstitusi teraklamasi Bapak Hutomo Mandala Putra menjadi Ketua Umum Partai Berkarya. Beliaulah yg saat ini satu komando untuk kami, ” ucap Joko.

Menurut Tri Joko Susilo, Munaslub itu lazimnya digelar apabila ada penyalahgunaan wewenang, pelanggaran kode etik atau pelanggaran terhadap AD ART.

“Juga harus ada rekomendasi dari DPW dan targetnya munaslub itu adalah pucuk pimpinan partai, yang dalam hal ini adalah Hutomo Mandala Putra , melainkan bukan seorang Sekjend atau ketua bidang di kepartaian,” ungkap Joko.

Tri Joko Susilo berharap kericuhan ini dapat segera diatasi, jaga marwah partai dan Ketum Partai Berkarya.

“Jangan sampai partai menjadi ajang hanya untuk mencapai syahwat politik saja oleh pihak tertentu yang membawa misi sendiri. Partai Berkarya didirikan untuk bekerja demi kemaslahatan rakyat, memperjuangkan aspirasi rakyat, jika di internal partai saja seperti ini bagaimana nantinya kalau jadi anggota dewan?” ujar Tri Joko Susilo.

Komentar Anda

Your email address will not be published.