Kasasi Kepala BPOM Penny K. Lukito Ditolak, Sapari Menangkan Gugatan

0

INAnews.co.id, Jakarta-Sengketa Kepegawaian antara Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya, Drs. Sapari Apt M. Kes melawan Kepala Badan POM (BPOM) Dr. Ir. Penny K. Lukito mencapai babak baru.

Sengketa dengan objek perkara pembatalan SK Pemberhentian yang dibuat oleh Kepala BPOM itu telah sampai pada tingkat Kasasi.

Sapari dan Kepala Badan POM Penny K. Lukito. (Foto istimewa)

Sebelumnya, Kepala BPOM mengajukan Kasasi dengan nomor register 90 K/TUN/2020 dengan nomor Surat Pengantar W2.TUN1.3333/HK.06/XI/2019. Pengajuan kasasi dilakukan Kepala BPOM setelah kalah di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta.

Dari pantauan redaksi di situs https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara/ diperoleh informasi secara online bahwa Kasasi yang diajukan Kepala BPOM telah diputus pada tanggal 19 Maret 2020 dengan amar putusan “TOLAK KASASI” atau dapat diartikan, jika kasasi kepala BPOM ditolak, maka kemenangan ada pada Sapari.

Hasil capture putusan perkara Kasasi no 90 K/TUN/2020 yang diajukan oleh Kepala BPOM dengan amar putusan “Tolak Kasasi” yang dapat diartikan, Sapari telah memenangkan gugatan hukum dengan objek perkara Pembatalan SK Pemberhentian Sapari sebagai Kepala Balai Besar POM di Surabaya. Namun, masih menunggu salinan resmi putusan dari Mahkamah Agung RI. (Sumber Foto. Dok. Lapan6online)

Meski begitu, sekalipun informasi hasil putusan sudah dirilis di situs kepaniteraan.mahkamahagung.go.id, namun salinan putusan perkara tersebut (90 K/TUN/2020) belum dipublish secara online di Direktori Putusan mahkamah Agung RI maupun di portal resmi PTUN Jakarta.

Berikut, hasil selengkapnya informasi putusan di portal resmi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI di https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara/perkara_detail.php?id=256495d6-380e-180e-cebb-31303133.

Hasil capture detail perkara 90 K/TUN/2020 yang tertera di situs Kepaniteraan Mahkamah Agung RI. (Foto dok. Lapan6online)

INFORMASI PERKARA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

No Register : 90 K/TUN/2020
Pengadilan Pengaju : PTUN JAKARTA
Nomor Perkara Pengadilan Tk.1 : 294/G/2018/PTUN.JKT
No Surat Pengantar : W2.TUN1.3333/HK.06/XI/2019
Jenis Permohonan : K
Jenis Perkara : TUN
Klasifikasi : KEPEGAWAIAN
Tanggal Masuk : 17-Jan-20
Tanggal Distribusi : 04-Feb-20
Pemohon : KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI
Termohon / Terdakwa : Drs. SAPARI, Apt.,M.Kes;
Tim Yudisial : C
Hakim P1 : Dr. H. Yodi Martono Wahyunadi, SH., MH.
Hakim P2 : Is Sudaryono, SH., MH
Hakim P3 : Dr. Irfan Fachruddin, SH.,CN
Hakim P4 : –
Hakim P5 : –
Panitera Pengganti : Dr. Maftuh Effendi, SH.,MH
Status : Putus
Tanggal Putus : 19-Mar-20
Amar Putusan : TOLAK KASASI
Tanggal Kirim Ke Pengadilan Pengaju : –
Keterangan : –

Merespon informasi putusan Kasasi MA terhadap perkaranya, Sapari menyatakan kegembiraannya pada rekan media ketika mengkonfirmasi tentang penolakan kasasi Penny Lukito.

Sapari mengungkapkan kelegaan hatinya bahwa Perjuangan selama ini dalam mencari keadilan dan kebenaran demi martabat Anak-Istri, membuahkan hasil yang membahagiakan.

Dengan keharuan mendalam, Sapari memanjatkan rasa syukurnya kepada Allah SWT, apa yang ia doakan selama ini dikabulkan oleh Allah SWT.

“Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. Alhamdulillah atas perkenan-Nya, apa yang menjadi perjuangan panjang saya dalam ‘mencari Keadilan dan Kebenaran Demi Martabat Anak Istri’ tidak terlepas dari dukungan dan doa dari bapak, ibu, saudara, sejawat dan seprofesi serta rekan kerja BPOM maupun mantan pejabat BPOM,” ujar Sapari.

“Saya juga mengucapkan terima kasih untuk seluruh media cetak maupun elektronik dimanapun berada di wilayah Indonesia yang telah membantu saya selama ini. Yang akhirnya pada tanggal 19 Maret 2020, Mahkamah Agung RI memutuskan bahwa kasasi perkara nomor 90 K/TUN/2020 yang dimohonkan oleh Kepala BPOM Dr. Ir. Penny K Lukito, MCP telah diputus dengan amar putusan tolak kasasi,” pungkas Sapari.

 

 

Sumber : Hugeng

Berita ini telah tayang di Lapan6online.com

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.