Hasan Gaido : Pembatalan Ibadah Haji 2020 Adalah Upaya Pemerintah Menyelematkan Dari Ancaman Covid 19

Menyelematkan umat manusia lebih penting dari ibadah haji, jadi penundaan ibadah haji 2020 adalah benar

31

INAnews.co.id , Jakarta – Kabar pemerintah Arab Saudi akan menggelar haji 1441H/2020M dengan pembatasan kuota hanya 20 persen ternyata tidak benar.

Menurut Konsul Haji Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah Endang Jumali mengatakan kabar pembatasan kuota hanya 20 persen hoaks atau tidak benar.

” Saya telah mengonfirmasi berita tersebut kapada Dirjen Haji Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Husein Syarif, ucapnya dalam  keterangan pers Kementerian Agama, Jumat 12 juni 2020.

“Belum ada keputusan apapun (dari Arab Saudi) sampai saat ini, kasus positif Covid-19 di Arab Saudi masih tinggi. Angkanya tembus 3 ribu kasus perhari sejak tiga hari terakhir, ” tutur Endang.

Sebelumnya pada 2 juni 2020, Keputusan Menteri Agama No 494 Tahun 2020, telah memutuskan untuk membatalkan keberangkatan jemaah Indonesia pada penyelenggaraan haji 1441H/2020M.

Senada dengan Endang, Muhamad Hasan Gaido selaku Presiden Indonesia Saudi Arabia Bussiness Council (ISABC) mengatakan jika sebelum musim haji 2020 pihak Pemerintah Saudi Arabia telah melarang adanya transaksi haji tahun 2020, karena adanya wabah virus Covid 19.

“Jadi keputusan menteri agama atas pembatalan haji 2020 saya nilai tepat dan saya mendukungnya, sebab keputusan itu telah melalui soft diplomation antara Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia, ” ucap Hasan Gaido saat ditemui INAnews di Graha Gaido pada Sabtu 13 juni 2020.

Tambah Hasan, Pemerintah Saudi juga sebelumnya melakukan lockdown akibat adanya wabah Covid 19 dan tanggal 27 februari 2020 telah meniadakan ibadah umrah dari negara lain.

“Jadi saya harus sampaikan jangan ada statement yang menyesatkan soal pembatalan ibadah haji ini, keputusan Menteri Agama saya nilai sudah tepat , karena ini dilakukan untuk menyelematkan umat manusia, dari penyebaran virus covid 19, dan sangat berisiko jika tetap dilaksanakan ” jelas Hasan.

Hasan Gaido juga sampaikan sebelum Menteri Agama RI memutuskan pembatalan ibadah haji 2020, negara lain seperti Singapura dan Malaysia sudah melakukan pembatalan.

“Penyelenggaraan ibadah haji tidak semudah orang katakan, pihak pemerintah harus memikirkan bagaimana pesawatnya , hotelnya , makananya, transportasi dan kesehatanya,dan itu memerlukan waktu dan kontrak, sedangkan Arab Saudi sudah melarang kedatangan warga Saudi sendiri dari luar negeri ke Saudi ,jikapun ada harus melewati karantina 14 hari, ” ucapnya.

Hasan Gaido katakan menyelematkan umat manusia lebih penting dari ibadah haji , jadi penundaan ibadah haji 2020 adalah upaya pemerintah menyelematkan rakyatnya dari wabah covid 19 yang memang benar adanya.

 

 

Baca Juga
1 Comment
  1. amin zain says

    For very Apparent reason, Indonesian Hajj pilgrims cannot come back from Haj and spread Covid19 in their own country. That will be a big disaster than the pilgrimage trip itself. Right move

Komentar Anda

Your email address will not be published.