Kejari Badung Sosialisasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan

0

INAnews.co.id, Badung-Setelah Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi bersama JAM Datun Feri Wibisono melakukan Pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK)  Menuju Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani (WBBM) di lingkungan kerja Kejaksaan Agung di Jakarta.

Kini giliran Kejaksaan Negeri di Badung mensosialisasikan ISO 37001: 2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Kepala Kejaksaan Negeri Badung Hari Wibowo mengatakan pihaknya terus berbenah dalam pengawasan kinerja dan kualitas pelayanan publik. Apalagi sebelumnya Kejari Badung memperoleh predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).Hal ini disampaikan pada Senin (15/6/20)

Selain itu dengan adanya penerapan ISO 37001: 2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan,  diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik, khususnya di Kabupaten Badung.

Selain itu kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen seluruh insan Adhyaksa Badung dalam memberantas tindakan koruptif dalam organisasi khususnya penyuapan.

“Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) menjadi variabel mutlak bagi setiap Instansi Pemerintahan termasuk Kejaksaan Negeri Badung,” kata Hari selanjutnya.

Selaku Kepala Kejari Badung, Hari Wibowo berharap ke depan, Kejari Badung dapat menerapkan SMAP yang berstandar Internasional sesuai persyaratan SNI ISO 37001: 2016 ini. Menurutnya, standarisasi ini penting diterapkan untuk meningkatkan penilaian dalam Indeks Persepsi Anti Korupsi.

Hal ini juga berguna untuk menciptakan sistem pengelolaan kinerja yang bersih, transparan dan akuntabel. Jika hal ini dapat terealisasi akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.