Pemda Tak Peduli, Komite Sekolah Akui Muridnya Belajar di Kandang Sapi

0

INAnews.co.id, Lombok Barat – Ketua komite SMPN 2 Gunungsari Bapak Madelah S.adm meminta kepada pemerintah daerah akan dunia pendidikan di lombok barat khususnya SMPN 2 Gunungsari yang saat ini sudah tidak layak digunakan.

“Sekolah yang betul-betul saya lihat kondisinya sangat memprihatinkan ini supaya ada inisiatif sedikit dari pemerintah daerah sementara kami dibangunkan sekolah permanen, kasihan anak kami yang sudah lama menunggu sekolah yang layak kalau bisa dikatakan nasibnya sudah enggak jelas sudah tidak ada tempat belajarnya yang layak seperti keadaan seperti sekarang ini, sekolah ini ya seperti kandang sapi bukan layaknya seperti sekolah pada umumnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Madelah bersama wali murid berharap ada respon yang jelas kapan akan mulai dibangunkan sekolah sementara ini.

“Mohon diperhatikan biar layak tempat belajar sambil menunggu kejelasan dari pemerintah daerah, kami berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan sekedar paving block sebagai alasnya biar tidak musim hujan lumpurnya masuk di dalam ruangan sekolah,”tandasnya.

Tak hanya itu, Madaleh juga mengatakan bahwa kenyamanan dalam belajar sangat diperlukan.

“Supaya anak-anak sedikit nyaman dalam aktivitas belajar, walaupun sekolah dalam kondisi seperti ini peminat wali murid untuk menyekolahkan anaknya sangat kami apresiasi dan sangat salut sama wali murid dengan anaknya untuk menuntut ilmu di sekolah ini, Alhamdulillah tahun ajaran ini kita dapat 2 kelas yang terisi, serta kami apresiasi juga guru-guru dan kepala sekolahnya di sini luar biasa juga semangatnya, saya selaku ketua komite mungkin endak merasa malu apa yang bisa saya perbuat bersama teman-teman komite dan wali murid sudah sekian kali kami menghadap ke pak bupati terkait dengan sekolah ini, tapi beginilah kami juga mengadu ke DPRD Lombok Barat sampai pernah juga juga turun melihat kondisi sekolah kami, respon demi respon di lakukan oleh pemerintah Lombok Barat maupun DPRD untuk membangunkan sekolah sementara yang layak tapi belum ada eksekusinya sementara di bangunkan gedung yang baru,” tuturnya.

Hingga saat ini pihak sekolah masih menunggu kejelasan pembangunan sekolah yang baru dari pemerintah daerah.

Kami ingin sebenarnya ada komunikasi yang jelas, kalau memang ini belum bisa dibangun dengan alasan apa, mari berikan kami informasi ke bawah ini terutama saya selaku ketua komite ditanya terus sama wali murid biar bisa kita sampaikan di masyarakat jadi kami tidak bisa menjawab karena kemarin dijanjikan bulan April ini ternyata tidak ada biar kami tidak di katakan berbohong sama wali murid sampai kapan kami menunggu,”ujarnya

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 2 Gunungsari juga tak ingin anak didiknya terlantar dan belajar di tempat yang tidak layak sepeti kandang sapi.

“Jangan sampai sekolah ini terlantar lagi, kasihan pendidikan lembaga yang formal kalau saja ini sekolah ini sekolah swasta mungkin ndak perlu minta bantuan sama pemerintah, maka kami dengan masyarakat di sini bisa swadaya dan gotong royong karena kami sangat sangat peduli dengan dunia pendidikan tapi karena ini sekolah yang ditanggung oleh pemerintah maka pemerintah yang akan bertanggung jawab biar persoalan sekolah ini bisa menjadi prioritas utama,” pintanya.

Senada yang disampaikan juga oleh kepala sekolah SMPN 2 Gunungsari Sahrullah S.pdi agar segera membangun gedung baru yang sudah dijanjikan bulan April ini karena semua proses administrasi sudah selesai tinggal dibangunkan saja tapi kami butuh kepastian biar anak-anak bisa mengenyam pendidikan dengan nyaman tetap mengutamakan protokol kesehatan.

“Rencananya anak-anak akan masuk di bulan Juli ini sehingga pada hari ini kami mengadakan gotong royong sama guru guru dan wali murid untuk membersihkan kotoran yang ada dalam ruangan sekolah bekas banjir kemarin karena memang sekolah ini sangat tidak layak dan mohon bantuan dari semua pihak terutama pemerintah agar untuk sekolah sementara ini bisa diberikan paving block agar lebih layak untuk ditempati di tahun ajaran baru ini sebenarnya peminatnya sangat banyak tapi karena kondisi sekolah sehingga hanya kita bisa menerima 2 kelas saja,” tandasnya.

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.