BPIP dan UNHAN Sepakati Nota Kesepahaman Tentang Pelaksanaan Ideologi Pancasila

0

INAnews.co.id, Bogor – Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno mantan wakil Presiden RI ke 6 ini meski sudah sepuh masih terus semangat mengingatkan tentang pentingnya Pancasila yang merupakan sebagai indentitas NKRI.

Try Sutrisno yang juga sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), tampak lancar dan lantang saat memberikan sambutan soal bela negara di momen Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BPIP dan Universitas Pertahanan (Unhan).

Pendidikan umum atau agama, kata Try, mencegah dampak buruk era kekinian. “Sebagai Ideologi terbuka, Pancasila bisa dikembangkan sesuai tantangan jaman. Pancasila ini produk. Syukurlah kita pada Tuhan, Indonesia ada Pancasila, hikmah bangkit setelah dijajah,” jelasnya.

Nota kesepahaman tentang Pelaksanaan Pembinaan Ideologi Pancasila ditandatangani langsung oleh Kepala BPIP Yudian Wahyudi dan Rektor UNHAN , Laksda TNI Amarullah Octavian yang bertempat di Aula Serba Guna, Kampus UNHAN, di Bogor, Jumat 24 juli 2020 , pagi.

Hadir pada acara tersebut Selain Anggota
Dewan Pengarah BPIP, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya juga hadir, Wakil Kepala BPIP Hariyono, beserta jajaran.

Amarullah mengatakan , UNHAN menyambut baik nota kesepahaman ini, pasalnya materi tentang pemahaman Pancasila dalam pembelajaran di UNHAN akan semakin baik dan Pancasilais. Selain itu nantinya UNHAN juga akan memiliki dosen pengajar materi Pancasila yang memiliki sertifikasi BPIP.

“Penting buat kami untuk memiliki sertifikasi kompetensi sebagai dosen Pancasila. Saat ini di Unhan ada tiga jenjang pendidikan, S1-S3. Nah, diharapkan pemberian materi kuliah secara berjenjang dan berlanjut agar pemahaman siswa pada Pancasila semakin baik. Semakin tinggi stratanya, semakin Pancasilais,” ucap Amarullah .

Dalam sambutannya Kepala BPIP , Yudian Wahyudi menyebut aksi BPIP masuk ke UNHAN itu semata memperkuat kesatuan atas nama Pancasila. Apalagi Unhan itu kampus yang dirancang khusus untuk mencetak anak bangsa.

“Di lain sisi, ideologi Pancasila bisa diperkenalkan ke mata dunia. Di Unhan, semuanya mencakup teknologi, militer. Jadi kami bisa menyambungkan ke berbagai pihak,” kata Yudian.

Sambung Yudian, BPIP juga ingin membantu semangat dan dorongan, kalau istilahnya pertahanan semesta. Jadi keprajuritan, semangatnya ada, hukum dan ideologi pancasilanya juga besar.

Komentar Anda

Your email address will not be published.