Sambut Hut RI Ke 75, Wartawan Pencinta Catur Gelar Kejuaraan Catur Wali Kota Cup I

85

INAnews.co.id Bitung– Aliansi Pemerhati Penyakit Kronis, Bakteri dan Covid-19 dan para Wartawan pencinta catur bekerja sama dengan pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Bitung, menggelar kejuaraan Catur Wali Kota Bitung CUP I Tahun 2020 dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-75 Tahun 2020.

Kejuaraan Catur ini akan di laksanakan selama 2 hari mulai dari hari Jumat 7 Agustus sampai Sabtu 8 Agustus 2020 mulai jam 09:00 Wita sampai dengan selesai bertempat di lapangan tenis Kantor Wali Kota Bitung.

Ketua Panitia dr. Zainal Calvin Wuisang menyampaikan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dalam bentuk semangat pantang menyerah, menjunjung tinggi nilai solidaritas serta sportivitas dalam jiwa peserta pada khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya.

Terciptanya olahragawan Catur yang potensial dan profesional. “Juga mempererat hubungan emosional sesama pencinta olahraga Catur Kota Bitung,”ujar Calvin.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bitung ini menambahkan, setiap peserta yang akan mengikuti lomba, akan mengikuti protap kesehatan. “Kami siapkan masker dan sarung Tangan, sebelum memasuki area lomba, peserta harus melalui bilik Desinfektan dan pemeriksaan suhu tubuh dengan Thermogun,”ungkapnya.

Sementara itu Ketua Aliansi Pemerhati Penyakit Kronis, Bakteri dan Covid-19, Djohns Sineri mengatakan kejuaraan tersebut terbuka untuk umum warga Kota Bitung. “Kejuaraan ini akan memperebutkan tropy bergilir dan tropy tetap serta uang pembinaan dari Bapak Wali Kota Bitung, Max J Lomban. Dua kategori yang akan dipertandingkan, Beregu antar instansi negeri dan swasta, dan kategori umum perorangan, tanpa biaya pendaftaran,”ujar penanggung jawab kegiatan ini.

Hal senada juga dengan Djohns yaitu Pengawas Pertandingan, yang juga Master Catur Kota Bitung Herry Benjamin SH, dalam rapat persiapan mengatakan, kejuaraan catur tersebut, menggunakan sistim swiss, bukan sistim gugur. “Ini seperti setengah kompetisi, yang kalah babak pertama bisa bermain lagi, pemain harus mengikuti Teknichal Meeting, yang dilaksanakan sebelum kejuaraan dimulai”, ungkap Kasat Pol-PP Pemkot Bitung ini.

Lanjut Herry, untuk tertibnya kejuaraan ini, setiap peserta diwajibkan menggunakan pakain rapih dan bersepatu, serta membawa papan catur sendiri. “Peserta beregu instansi negeri/swasta, menunjukan tanda pengenal/kartu anggota atau surat rekomendasi dari instansi yang mengutusnya, arena pertandingan hanya dikhususkan bagi pemain dan wasit serta panitia dan peninjau, peserta juga wajib menyiapkan thumbler sebagai alat minum karena tidak diperkenankan membawa botol air mineral dalam areal pertandingan”, tegas Herry.

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.