Polisi Cegah Aksi Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja

248

INAnews.co.id, Jakarta – Terkait aksi Mahasiswa menolak UU Cipta Kerja di Istana Negara pada Kamis, 9 oktober 2020 Kepolisian Republik Indonesia tidak mengeluarkan izin.

Ijin tersebut untuk Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang akan menggelar demonstrasi terkait UU Cipta Kerja.

Kepala Biro Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan tak dikeluarkan izin demo ini dikarenakan Indonesia masih dalam masa Pandemi Covid-19.

Polri, menurut Brigjen Pol Awi, berpandangan penyampaian aspirasi secara berkerumun tentu sangat berpotensi menjadi tempat penyebaran Covid-19. Sehingga akan memunculkan klaster baru Covid-19 yaitu klaster demo.

“Kapolri sudah terbitkan telegram untuk maksimalkan upaya pencegahan klaster baru demo,” jelas Brigjen Pol Awi

Brigjen Pol Awi juga menekankan larangan dikeluarkan ini sesuai Surat Telegram Rahasia (TR) Kapolri Jenderal Idham Azis soal pencegahan demo secara turun langsung ke jalan pada masa pandemi Covid-19.

Selain itu, faktor lainnya adalah soal penerbitan Surat Telegram Rahasia (TR) Kapolri Jenderal Idham Azis soal pencegahan demonstrasi terkait isu Omnibus Law.

“Kapolri sudah terbitkan Telegram untuk maksimalkan upaya pencegahan klaster baru demo,” ujar Awi.

Sebelumnya, Telegram bernomor STR/645/X/PAM.3.2./2020 per tanggal 2 Oktober 2020 yang ditandatangani oleh Asops Irjen Imam Sugianto atas nama Kapolri Jenderal Idham Azis, unjuk rasa di tengah pandemi akan berdampak pada faktor kesehatan, perekonomian, moral dan hukum di tatanan masyarakat.

 

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.