BPIP Deklarasikan Jejaring Pancamandala

331

INAnews.co.id , Yogyakarta– Kepal Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi bersama dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri Deklarasi Jejaring Pancamandala di Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu 18 november 2020.

Dalam sambutannya Yudian menjelaskan bahwa kedepannya dari Pancamandala ini bisa dilaksanakan secara efektif.

“Mudah-mudahan apa yg sudah diikerjakan ini kita bisa melaksanakannya secapat, sebaik, dan, seefektif mungkin,” kata Yudian.

Selain itu Yudian menjelaskan bahwa semoga dengan bersatunya elemen bangsa kedepannya bisa menghadapi semua gejolak bangsa.

“Pancamandala ini semua bisa menjadi tahapan untuk Indonesia maju. Yang paling penting kedepannya kita bisa menghadapi perbedaan dan gejolak,” jelasnya.

Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menyanpaikan hal senada dirinya menjelaskan bahwa adanya jejaring Pancamadala diharapkan masyarakat mempunyai komitmen yang sama dalam membumikan Pancasila.

“Marilah kita sama-sama mencanangkan peresmian jejaring pancamanda sebagai komitmen dalam . Semoga hari ini menandai kebangkitan pancasila dari jogja unthk indonesia

“Marilah kita sama-sama mencanangkan peresmian jejaring Pancamanda sebagau komitmen rakyat dalam membumikan Pancasila. Semoga hari ini menandai kebangkitan Pancasila dari Yogya untuk Indonesia,” jelasnya.

Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasmaa BPIP, Elfrida Herawati Siregar menjelaskan bahwa Pancamadala ini merupakan cara untuk mendorong kerjasama dalam membumikan Pancasila melalui 5 elemen bangsa.

“Dalam rangka meningkatkan upaya pembumian Pancasila di seluruh Indonesia, BPIP berupaya mendorong kerjasama di setiap Provinsi sampai Kabupaten/Kota melalui sinergi dan kolaborasi diantara 5 pihak/kekuatan yaitu emerintah, Swasta, Perguruan Tinggi, Media, dan Organisasi Masyarakat,” jelas Elfrida.

Adapun isi dari deklarasi Pancamandala terdiri dari 8 poin yaitu;

1. Mendirikan kampung Pancasila.

2. Mendorong penyelenggaran negara untuk konsisten terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan publik.

3. Mengaktifkan ruang publik masyarakat.

4. Merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam Pendidikan formal maupun non-formal,
mendorong pengalaman inklusif dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

5. Mengarus utamakan nilai-nilai kebaikan publik dalam media massa.

6. Melakukan penyegaran pemahaman Pancasila kepada tenaga pendidik.

7. Mengkampanyekan nilai-nilai Pancasila melalui sosial media.

  • 8. Mendorong kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha kecil menengah.
Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.