KKP Serahkan Bantuan Cold Storage Portable kepada Pengolah Perikanan Subang

91

INAnews.co.id, Subang – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali memberikan bantuan melalui kegiatan stimulus, berupa gudang beku portable kapasitas 30 ton. Cold storage tersebut dilengkapi dengan peralatan pendukung, dan diserahkan kepada Kelompok Aroma Jaya Blanakan atau KUD Mandiri Mina Fajar Sidik, yang beralamatkan di Dusun Kertamukti, Desa Blanakan.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti mengapresiasi kelompok yang telah mengembangkan manajemen perikanan di Subang tersebut, sehingga mampu bertahan di tengah pandemi. Menurutnya, bantuan pemerintah ibarat kail untuk memancing pengembangan ekonomi masyarakat dan diharapkan akan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat.

“Kepada kelompok penerima bantuan, terimakasih dan mari terus membantu masyarakat sekitar sekiranya membutuhkan,” kata Artati di Subang, Jawa Barat, Minggu (29/11/20)

Sementara Kepala KUD Mandiri Mina Fajar Sidik, Dasam MB memastikan bantuan ini akan sangat bermanfaat terhadap masyarakat. Dia mengatakan masyarakat terus bergerak meski di tengah pandemi. Terlebih periode Juli hingga November produksi tangkapan masyarakat bisa mencapai 50 ton.

“Dan untuk kebutuhan pengolah produk perikanan rata rata 6 ton, sisanya dijual untuk kebutuhan permintaan Jawa Barat dan Jakarta,” jelas Dasam.“Dengan berbagai bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan diharapkan akan menambah kemampuan ekonomi nelayan,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Bupati Subang H. Ruhimat mengapresiasi tata kelola dana manajemen KUD Mandiri Mina Fajar Sidik. Dia menilai koperasi nelayan ini sukses yang ditunjukkan melalui kinerja luar biasa hingga mampu bertahan di masa pandemi.

“Pemda juga mengucapkan terima kasih kepada KKP atas bantuan yang sudah diberikan dan akan dilakukan monitoring berkala untuk menjamin produktivitas dari bantuan tersebut,” kata Ruhimat.

Ruhimat memastikan saat ini akan dibangun akses jalan dari Pelabuhan Panimbang ke Cilamaya sepanjang 44 Km. Dia berharap jalan tersebut semakin memudahkan akses mobilitas, sekaligus bisa meningkatkan perekonomian masyarakat terutama sektor perikanan di Blanakan.

“Diharapkan ada peluang ekspor melalui pelabuhan Panimbang tersebut. kedepan diharapkan pengembangan tata kelola perikanan di wilayah Subang akan lebih baik dengan adanya kerja sama antar stake holder,” urainya.

Sebagai informasi, penyerahan bantuan diberikan bersamaan dengan acara larung, yang menjadi ritual tahunan masyarakat pesisir terutama di wilayah Blanakan Subang. Acara yang biasa disebut larung dongdang ini sebagai wujud rasa syukut atas nikmat yang telah diberikan oleh yang maha kuasa berupa hasil laut yang melimpah dan merupakan adat istiadat atau tradisi leluhur yang dilakukan oleh nelayan secara turun menurun hingga sekarang.

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.