Fakta Sidang Praperadilan, AGT Dikriminalisasi

80

 

INAnews.co.id Bitung– Sidang Praperadilan kepada Kejaksaan Negeri Bitung oleh kuasa hukum AGT alias Andreas yang ke lima telah digelar, pada sidang ke lima ini kuasa hukum AGT membacakan kesimpulannya, Selasa 30 Maret 2021.

Dalam kesimpulannya Irwan mengatakan, kaedah hukum dalam penyelidikan dan penyidikan untuk menetapkan AGT sebagai tersangka banyak yang dilanggar, sehingga produk penyelidikan dan penyidikan secara otomatis cacat hukum.

Dengan tidak melibatkan APIP, itu merupakan perbuatan yang melangkahi UU No 30 tahun 2017, karena itu bagian dari penyelidikan dan penyidikan untuk menetapkan seseorang berperkara pidana.

“Penyidikan dan penyelidikan tipikor tanpa melibatkan APIP adalah melangkahi UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, PP No. 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Perpres No. 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah serta Nota Kesepahaman dan PKS yang dibuat oleh Institusi termohon sendiri dalam hal ini Kejaksaan Negeri Bitung dan Pemkot Bitung yang juga melibatkan Polres”, ucap Irwan.

Tanjung juga menjelaskan, masalah yang melibatkan AGT merupakan kesalahan administrasi , yang seharusnya diselesaikan secara administrasi, hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan semua ahli yang dihadirkan pemohon dan termohon.

“Termohon tidak bisa memenuhi bukti yang cukup dalam menetapkan AGT sebagai tersangka kasus dugaan korupsi, karena tidak ada bukti yang nyata sesuai UUD pasal 23, artinya fakta persidangan AGT di kriminalisasi, terkait tentang kewenangan memeriksa keuangan Negara adalah BPK.” jelas Irwan.

Irwan Tanjung mengaku sangat optimis untuk memenangkan praperadilan AGT, di karenakan semua ahli yang di datangkan mengatakan pemeriksaan APIP adalah wajib, untuk kasus ini tidak melibatkan APIP.

“Kami yakin akan menang, jika hakim sandaran vertikalnya kepad Tuhan, dia menyadari ada orang yang tersakiti karena ketidakadilan, serta memiliki ilmu hukum yang mumpuni saya yakin kami akan menang”, ujar Irwan.

Sementara itu kejaksaan Negeri Bitung juga membacakan kesimpulannya, bahwa penetapan AGT sebagai tersangka sudah sesuai aturan perundangan undangan yg ada, juga sesuai Surat edaran jaksa Agung No 22 tanggal 3 Februari 2021 tentang penetapan status tersangka.

Diketahui Wakil ketua Pengadilan Negeri Bitung Hakim Rustam SH MH, yang memimpin sidang praperadilan akan melakukan sidang putusan Rabu (31/03/21) besok.

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.