Dituding Mark Up Anggaran Dana Desa, Kepala Desa Atiahu, Bantah Tidak Benar

169

INAnews.co.id, Seram Timur – Kepala desa Atiahu menyatakan enggan berkomentar soal tudingan penggelembungan harga alias mark up pembelian alat sollar Cell untuk penerangan desa.

Sebelumnya isu mark up proyek tersebut dikatakan oleh Muhamadiyah Wailissa pekan ini, yang sengaja di hembuskan oleh pihak lain dengan tanpa meminta konfirmasi atau Keterangan dari dirinya. Dirinya sangat menyesalkan berita yang beredar di media online tanpa ada konfirmasi dan klarifikasi pada dirinya sebagai  pihak kepala desa.

Tidak dikomentari yang Rp 27 itu, karena memang tidak ada,” ujar kepala desa Atiahu melalui wawancara singkat video call,pada Minggu (4/4/2021).

Kami ingin luruskan bahwa tudingan yang menurut kami tidak pas itu, kepala desa disebutkan markp up harga sollar Cell. Itu tidak berdasar sama sekali,” kata Muhammadiyah Waillisa.

Kemudian Muhammadiyah Waillisa selalu kepala desa Atiahu menegaskan bahwa dirinya akan  menuntut secara hukum pada pihak pihak yang telah sengaja menuduh dirinya dengan menyebarkan berita dan isu yang tidak benar ini.

Terdapat angka 27 juta yang semula 15 juta. Perlu diketahui oleh pihak pihak yang sengaja menghembus isu markup, terjadinya perubahan angka 15 juta menjadi 27 juta, ini diperoleh karena unit sollar Cell di pesan di Jakarta dalam  1 paket berikut box panel dan berikut Lampu, tentunya ada biaya transportasi pengiriman dan selanjutnya ada biaya pemasangan dan instalasi dan itu semua sudah sesuai dengan RAB yang tertuang dalam APBDes.

Kami menjalankan Pengelolaan Dana Desa atau APBDes sesuai dengan yang di arahkan oleh petunjuk-petunjuk teknis pelaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah, Ujar Muhammadiyah menambahkan.

Diakhir Keterangan Muhammadiyah Waillisa menegaskan Sementara untuk solar Cell, pada tahun anggaran 2019, pihak Desa membuat pengadaan solar Cell sebanyak 16 Unit dengan harga Rp. 27.000.000/unit. Sementara anggaran yang digelontorkan begitu besar karena termasuk didalamnya biaya pekerjaan, biaya pengiriman, upah buruh karena pihak Desa sendiri yang melakukan pengadaan solar sell. Untuk tahun 2020 direncanakan 4 Unit, namun anggarannya masih masuk SILPA sehingga belum dibelanjakan pada tahun berjalan.

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.