Dedi Hardianto : Pentingnya Kuliah Sambil Kerja Untuk Kesuksesan Dimasa Mendatang Bagi Buruh

700

INAnews.co.id, Jakarta – Bekerja sambil kuliah tak hanya populer bagi mahasiswa Indonesia, namun juga mahasiswa di luar negeri. Berbagai alasan menjadi landasan mahasiswa untuk memutuskan bekerja sambil kuliah. Misalnya, untuk meningkatkan kompetensi diri, mencari ilmu dan pengetahuan baru, dan mencari dan menemukan link atau kolega baru.

Kuliah adalah jenjang pendidikan yang dapat ditempuh setelah lulus dari sekolah menengah atas (SMA). Lain halnya dengan sekolah, waktu selama kuliah lebih fleksibel. Kita dapat menyesuaikan jadwal dan waktu belajar. Hal itu menuntut kemandirian para buruh atau pekerja. Dengan kemudahan tersebut, maka alangkah baiknya buruh bisa bekerja sambil kuliah  demi masa depan yang lebih baik.

Sekjen DEN KSBSI Dedi Hardianto dan Prof. Dr. Untung, SE.,MM.,Msi Selaku Ketua Dewan Pembina YAPUNASA serta Moderator Alson Naibaho
Dalam bincang bincang bersama Sekjend DEN KSBSI, Dedi Hardianto setelah penandatanganan MOu antara KSBSI dengan YAPUNASA Program 1 juta sarjana bagi buruh anggota KSBSI. Dedi hardianto menyampaikan bahwa “Saat ini semakin tingginya persaingan di dunia kerja, menuntut para karyawan untuk upgrade skill. Tak jarang para karyawan yang akhirnya kuliah lagi “.

 

Selanjutnya Dedi Hardianto menambahkan, Sistem pendidikan yang ada saat ini pada level SMA, MA, SMK atau sekolah kejuruan lainnya masih relatif umum, atau jikapun sudah ada penjurusan belum sampai pada level siap kerja dari sisi keterampilan dan pengetahuan. Kuliah adalah proses untuk mengembangkan kemampuan yang sudah didapat di bangku sekolah menengah.

 

Jika mau fokus orientasi bekerja atau wiraswasta mereka yang lulusan SMA/MA, perkuliahan jalur akademis (sarjana) adalah pilihan yang paling tepat, sedangkan bagi mereka yang lulusan SMK/sekolah kejuruan lain, maka pilihan untuk kuliah di jalur vokasi (diploma) lebih tepat karena berorientasi pada keterampilan kerja praktis yang sudah mereka dapatkan dari sekolah kejuruan sebelumnya. Pada prinsipnya, sekolah menengah itu masih tahap awal, jadi jangan sampai berhenti di situ karena keterampilan dan pengetahuannya masih belum siap untuk bekerja.

 

Sementara itu Prof. Dr. Untung, SE.,MM.,Msi Selaku Ketua Dewan Pembina YAPUNASA menyampaikan Makin tinggi pendidikan kesempatan karir makin luas. Jika cuma SMA saja, peluangnya juga terbatas. Ingat, saat ini, syarat minimum sebuah pekerjaan bukan sudah SMK lagi tapi minimal sudah DIII atau S1. Apapun pekerjaan yang kamu idamkan, kuliah adalah jalan untuk mendapatkan bekal di dunia kerja nantinya.

 

Dalam perkuliahan, mahasiswa tidak hanya belajar tentang materi kuliah untuk mendapatkan nilai dan ijazah saja. Pergaulan mahasiswa dalam dunia kampus juga bermanfaat untuk mengembangkan kepribadian dan merubah sudut pandang kita terhadap suatu hal ke arah yang lebih baik. Seringkali, saat bekerja nantinya, orang yang kuliah lebih mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, memandang masalah dari berbagai sudut pandang dan juga lebih mampu memikirkan berbagai jalan untuk menemukan solusi dibandingkan dengan orang yang tidak kuliah.
DikLitBang KSBSI, Presiden DEN KSBSI, SekJend DEN KSBSI, Dewan Pembina YAPUNASA.
Pada sesi penutup bincang bincang Alson Naibaho selaku moderator memberikan kesimpulan bahwa  Inti dari kuliah adalah agar bisa berkarir yang lebih baik lagi untuk sukses dan bisa menempati posisi bekerja dalam perusahaan sesuai dengan harapannya. Lulusan sarjana punya banyak kesempatan  untuk mendapatkan pekerjaan-pekerjaan bonafit yang mengharuskan memiliki gelar akademik yang tinggi.

 

Sistem perkuliahan di tanah air adalah berjenjang mulai dari strata 1, 2 sampai level doktor (strata 3). Bagi yang bergerak di bidang akademis, punya cita-cita jadi doktor merupakan keharusan, atau bahkan jadi profesor, bisa jadi sebuah impian dan bagi buruh atau pekerja/karyawan untuk menempati posisi yang lebih tinggi di perusahaan.  Maka untuk mewujudkan cita-cita itu satu-satunya jalan adalah berkuliah setahap demi setahap, jalanilah dulu kuliah sampai tahap S1 baru memikirkan ke tingkat berikutnya.
Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.