Memperingati Hari Kerja Layak International, KSBSI Kirim Petisi ke Kemnaker

1.024

INAnews.co.id, Jakarta – Dalam memperingati atau ‘International World Days for Decent Work’ atau Hari Pekerjaan Layak Internasional, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menggelar kampaye Kerja Layak di kantor pusat KSBSI pada  Kamis (7/10/2021).

Dalam kegiatan Hari Pekerjaan Layak Internasional dihadiri oleh 10 Federasi dan Komite-komite yang tergabung didalamnya. Juga ada Korwil KSBSI DKI Jakarta dan perwakilan dari DPC terdekat serta Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO).

Presiden KSBSI bersama Sekjend DEN KSBSI- Dalam Peringatan hari Pekerjaan Layak Internasional atau ‘International World Days for Decent Work’ di Kantor Pusat KSBSI.

Dalam sambutannya Elly Rosita Silaban, selaku Presiden KSBSI, mengungkapkan  pekerjaan layak telah dikumandangkan ILO sejak 1999. Namun hingga kini pekerjaan layak itu masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini tercermin dari  jam kerja yang terlalu panjang, perlindungan minim, jaminan sosial rendah, masih adanya status pekerjaan tidak pasti, dan tempat bekerja kurang representatif.

“Karena kita tidak hanya menyoroti soal upah, tapi juga soal hidup layak, pekerjaan yang layak dan mendapatkan upah yang layak.” terang Elly

Lebih lanjut Elly menjelaskan, Secara faktual pekerjaan tidak layak lebih banyak ditemukan pada sektor informal ketimbang di sektor formal. Di sektor informal, pekerjaan tidak layak terutama pada pekerja bebas, yaitu mereka yang bekerja pada orang lain/majikan/institusi yang tidak tetap (lebih dari satu majikan dalam sebulan terakhir) dengan menerima upah berupa uang dan atau barang dengan sistem pembayaran harian atau borongan.

Sementara pada sektor formal, pekerjaan tidak layak terutama teridentifikasi pada pekerja dengan sistem outsourcing. Diketahui, pekerjaan outsourcing tergolong kurang layak kerena rentan di PHK dan tanpa pesangon, serta tidak memperoleh perlindungan sosial.

Sejatinya, mereka yang bekerja pada pekerjaan tidak layak umumnya memperoleh gaji yang kurang memadai, pekerjaan bersifat jangka pendek, tidak menerima jaminan kesehatan dan perlindungan sosial lainnya, posisi tawar rendah, dan ketidakpastian bekerja. Bahkan, mereka rentan mengalami kecelakaan dan menderita sakit.

Peringatan hari Pekerjaan Layak Internasional atau ‘International World Days for Decent Work’ di Kantor Pusat KSBSI.

Untuk itu Elly menegaskan dalam memperingati Hari Pekerjaan Layak Internasional,  KSBSI membuat petisi yang dibawa ke Kementerian Ketenagakerjaan. Ada 4 poin tuntutan KSBSI beserta 10 Federasi afiliasinya, yang ditujukan untuk Pemerintah, yakni:

  1. Mendesak Pemerintah mencabut dan membatalkan UU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan dan berlakukan kembali upah sektoral.
  2. Segera Ratifikasi Konvensi ILO 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja.
  3. Bentuk Badan Tripartit (atau Tripartit Plus) untuk Perubahan Iklim dan Transisi Yang Adil.
  4. Stop Union Busting atau pemberangusan serikat buruh oleh perusahaan multinasional dan rantai pasok.

“Kegiatan selanjutnya adalah membawa petisi ke Kemnaker. Masing-masing federasi membawakan isu yang relevan saat ini.”

Ir. Markus S Sidauruk, MM selaku Deputi Bid Program KSBSI, Penyerahan petisi.

Selanjutnya jam 1 siang rombongan 10 federasi dari KSBSI mengantarkan petisi yang ditujukan untuk Pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja. Rombongan di pimpin oleh Ir. Markus S Sidauruk, MM selaku Deputi Bid Program KSBSI.

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.