CBA : Proyek Rp 3,6 Triliun Monitoring Digitalisasi 5.518 SPBU, Siapa Yang Terlibat Korupsi

734

INAnews.co.id, Jakarta –  Center For Budget Analisis (CBA) meminta kepada Kejaksaan Agung untuk menelusuri proyek kerjasama pengadaan dan manage service Digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Kerjasama itu tercatat melalui Kontrak Nomor SP-12/C00000/2019-SO tanggal 18 April 2019, antara PT Telkom dengan PT Pertamina.

CBA temukan data jika nilai proyek itu sebesar Rp. 3.626.658.426.755,00 atau jumlah maksimal volume BBM sebanyak 237.813.668.939,00 liter.

Nilai proyek sebesar tersebut untuk pekerjaan pembuatan sistem monitoring distribusi dan transaksi penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 5.518 SPBU Pertamina.

“Secara rinci proyek sebesar Rp.3.6 Triliun ini diperuntukan alokasi pekerjaan pengadaan dan pemasangan sistem, infrastruktur pendukung, dan data center menghabiskan anggaran sebesar Rp2.838.092.914.775,00 dan biaya support Rp 788.565.511.981,00,” jelas Uchok Sky Khadafi dalam rilisnya yang diterima Redaksi pada Sabtu 30 Maret 2024.

Lanjut Uchok, untuk jangka waktu pekerjaan mulai dari tanggal 4 Oktober 2018 sampai dengan tanggal 31 Desember 2019.

Uchok juga merinci untuk jenis SPBU yang masuk dalam lingkup kerja sama Digitalisasi 5.518 SPBU terdiri dari:

1) SPBU CODO: Corporate Owned Dealer Operated, yaitu SPBU milik Pertamina dan dioperasikan oleh swasta, ada 208 SPBU;

2) SPBU DODO: Dealer Owned Dealer Operated, SPBU milik swasta dan dioperasikan swasta, ada 5.071 SPBU;

3) SPBU COCO: Corporate Owned Corporate Operated, yaitu SPBU milik Pertamina dan dioperasikan oleh Pertamina, ada 178 SPBU; dan

4) 61 SPBU yang jenisnya tidak teridentifikasi.

“Namun sayang seribu sayang, ternyata PT.Telkom dalam penyelesaian implementasi perangkat dan sistem sangat terlambat seperti keong,” geram Uchok.

Menurutnya, PT Telkom tidak dapat melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai jangka waktu yang telah disepakati dalam kontrak.

“Pada Posisi per 21 November 2019, jumlah SPBU yang telah selesai diintegrasi adalah sejumlah 1.415 SPBU atau 25,64% dari target 5.518 SPBU, selesai UAT (User Acceptance Test) sejumlah 442 SPBU, dan selesai BAST sejumlah 299 SPBU,” jelasnya.

CBA mengkritik rencana implementasi digitalisasi SPBU Pertamina seperti angin surga, dan akan dilakukan secara bertahap seperti tahun 2018.

“Pelaksanaan inisialisasi Data Center and Cloud Services dan implementasi sistem di 1.000 SPBU, dan tahun 2019, implementasi sistem di 4.518 SPBU,” jelas Uchok kembali.

CBA sekali lagi meminta Kejaksaan Agung untuk mendalami kasus proyek PT Telkom dan PT Pertamina tentang digitalisasi SPBU karena sangat aneh dan menarik dari kacamata Undang-Undang pemberantasan korupsi.

 

 

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.