Melalui Acara BHFR 2024, KDEKS Banten Akan Bawa Industri Halal Untuk Dunia

610

INAnews.co.id, Banten – Berdasarkan Global Islamic Economy Indicator dalam the State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report (2023), Indonesia menduduki peringkat ke-3 pada sektor industri halal.

Pertumbuhan jumlah penduduk muslim dunia yang pesat, mencapai 1,8 miliar jiwa  dan terus bertambah memberikan dampak positif.

Tingkat konsumsi produk industri halal seperti makanan-minuman, obat-obatan, dan gaya hidup halal diperkirakan meningkat menjadi USD 2,4 triliun pada 2024.

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem industri halal. Data terkini menunjukkan bahwa permintaan produk halal di Indonesia terus meningkat.

Undang-Undang No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dimana semua produk yang masuk, diproduksi dan beredar di Indonesia secara mandatory wajib memiliki sertifikasi halal dan per tanggal 17 Oktober 2024.

Serta mulai berlaku efektif bahkan terdapat sangsi bagi pelaku industri yang tidak memiliki sertifikasi halal pada produknya.

Banten sebagai salah satu propinsi memiliki potensi besar untuk tumbuh kembangnya Kawasan industri baru dan Kawasan industri- industri halal di bidang kuliner, fashion, wisata maupun keuangan syariah.

Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Banten dengan Menara Syariah, turut berpartisipasi dengan menyelenggarakan Banten Halal Festival Ramadhan (BHFR) 2024. Dengan tema “Dari Banten untuk Dunia”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 2 April 2024 Masehi atau bertepatan dengan 22 Ramadhan 1445 Hijriah.

Berlangsung dari pukul Pukul 08.00-21.00 WIB dengan lokasi kegiatan di Menara Syariah PIK 2, Jalan M.H. Thamrin, Pantai Indah Kapuk 2, Kosambi, Tangerang, Banten.

Acara tersebut memuat beberapa rangkaian acara, yaitu Talkshow, Seminar, Fashion Show, Bazar UMKM, Tausiyah Ramadhan dan Open Table pendampingan Sertifikasi Halal, dan Santunan Anak Yatim.

Ketua Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Banten, Siti Ma’rifah, mengatakan bahwa acara ini merupakan wujud nyata dari komitmen bersama untuk memajukan ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antara praktisi ekonomi syariah, akademisi, dan pelaku industri bisnis halal sangatlah penting untuk memperkuat infrastruktur ekonomi syariah. Melalui rangkaian acara ini, kami berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsep ekonomi syariah serta memperluas jaringan kerjasama di antara berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.

Putri dari Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, tersebut berharap bahwa acara dapat menjadi platform yang efektif untuk memperkuat ekosistem ekonomi halal di Indonesia, sejalan dengan visi menjadikan Indonesia sebagai Global Halal Hub pada tahun 2024.

Sesuai yang diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo, Pemerintah Pusat telah menegaskan dukungannya terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk menjadikan Banten sebagai pusat wisata religi dunia.

Lebih lanjut, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Ma’ruf Amin menegaskan bahwa Pemerintah Pusat akan memberikan akses yang mudah bagi Provinsi Banten untuk memajukan pariwisata budaya di Kawasan Kesultanan Banten Lama.

Sementara itu, Komisaris Menara Syariah, Harianto Solichin, mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam industri halal, dan langkah-langkah strategis seperti acara yang diselenggarakan dapat menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemangku kepentingan, kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan industri halal di Indonesia,” imbuhnya.

Serupa dengan yang disampaikan oleh Harianto Solichin, Penjabat Gubernur Provinsi Banten, Al Muktabar, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Banten siap mendukung sepenuhnya upaya-upaya untuk memperkuat ekosistem industri halal di wilayah ini.

“Kami berkomitmen mendukung perkembangan industri halal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ini,” jelasnya.

Ketua Sterring Comitte acara ini, Euis Amalia, menyatakan bahwa “Kebijakan Sertifikasi Halal Indonesia memberikan dorongan yang kuat bagi tumbuh kembangnya industri halal Indonesia yang memiliki daya saing bukan saja di level nasional tetapi juga di Internasional. Melalui acara ini diharapkan muncul kesepahaman diantara para stakholder terkait implementasi jaminan produk halal Indonesia memerlukan dukungan, partisipasi dan kolaborasi semua pihak dari tinggat pusat hingga ke daerah”

Acara ini menjadi ruang interaksi para ahli, regulator, dan praktisi industri lembaga keuangan sehingga terdapat kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pandangan serta membangun jejaring dan kolaborasi dalam rangka penguatan ekspor produk halal.

 

 

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.