Menu

Mode Gelap
Prabowo: Koruptor Dana MBG Tidak Pantas Dihormati Danantara Sumber Daya Indonesia Kelola Ekspor Rp14 Miliar Dolar Prabowo Bongkar 1.074 BUMN, Target Tinggal 300 Akhir 2026 RI Capai Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target Gempa NTT: Dua Tewas, Peringatan Dini Tsunami Sempat Diberlakukan Prabowo Klaim 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan

PROGRAM

Ada Kesan Dua Matahari Kembar karena Jokowi Ikut Campur di Pemerintahan Prabowo

badge-check


					Foto: dok. merdeka.com Perbesar

Foto: dok. merdeka.com

INAnews.co.id, Jakarta– Ada kesan dua matahari kembar karena Jokowi ikut campur di Pemerintahan Prabowo Subiantodi di banyak hal. Itu disampaikan pakar hukum tata negara, Feri Amsari.

“Sepanjang presiden di alur ini saya yakin—nah sayangnya kan sampai hari ini (eks) Presiden Joko Widodo ikut campur dalam banyak hal, minimal dalam berbagai pemberitaan. Itu sangat mempengaruhi. Ada kesan dua matahari kembar yang tidak baik,” pengamatan Feri disampaikan saat menjad narasumber di Prime Time INAnews TV, baru-baru ini yang mengangkat tema “Dari Indonesia Gelap Menjadi Indonesia Cerah”.

Mestinya menurut Feri, dalam sistem politik pemerintahan presidensial, kalau presiden yang sudah lengser, itu mendukung presiden baru. Di satu koalisi yang sama.

“Dia biasanya mengasih pintu yang besar untuk presiden yang berkuasa untuk melakukan sesuatu, untuk melakukan apa pun. dia akan betul-betul mundur, karena kekuasaannya mutlak. Karena kekuasaan presiden itu tunggal,” kata Feri.

“Ini bahkan ada Pak Menteri yang mengatakan ketika berkunjung ke rumah Pak Presiden Joko Widodo beliau masih bos saya. padahal kalau pakai pasal 17 Undang-Undang Dasar, Bos Menteri itu cuman satu. Tidak ada masing-masingnya dengan mantan presiden,” sambungnya.

Feri sebut itu problematika. “Kalau memang mau terang ikuti saja alur konstitusi dan itu saya yakin Presiden Prabowo bisa menulis catatan baru ya, dari gelap terbitlah terang, berikutnya seperti Hari Kartini,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Mendikdasmen: Demokrasi Bukan Sekadar Pemilu Semata

12 Agustus 2026 - 17:28 WIB

Perludem Luncurkan Akademi Demokrasi untuk Siswa dan Guru

12 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Ganti Menkeu

11 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Populer POLITIK