Menu

Mode Gelap
ASPERINDO Bantah Penyedia Jasa Logistik Jadi Penyebab Mahalnya Biaya Distribusi Nasional Rupiah Bisa Rp10.000 per Dolar, Ini Syaratnya Anggota Polri Berpeluang Rangkap Jabatan Sipil Lebih Luas Pemkab Bogor Janji Keluarkan Surat Edaran Pencegahan LGBT Habiburokhman Dinilai Lecehkan Kapolri-Kapolri Terdahulu Rupiah Melemah, IHSG Anjlok: Bukti Tata Kelola Fiskal Buruk

PROGRAM

Ada Kesan Dua Matahari Kembar karena Jokowi Ikut Campur di Pemerintahan Prabowo

badge-check


					Foto: dok. merdeka.com Perbesar

Foto: dok. merdeka.com

INAnews.co.id, Jakarta– Ada kesan dua matahari kembar karena Jokowi ikut campur di Pemerintahan Prabowo Subiantodi di banyak hal. Itu disampaikan pakar hukum tata negara, Feri Amsari.

“Sepanjang presiden di alur ini saya yakin—nah sayangnya kan sampai hari ini (eks) Presiden Joko Widodo ikut campur dalam banyak hal, minimal dalam berbagai pemberitaan. Itu sangat mempengaruhi. Ada kesan dua matahari kembar yang tidak baik,” pengamatan Feri disampaikan saat menjad narasumber di Prime Time INAnews TV, baru-baru ini yang mengangkat tema “Dari Indonesia Gelap Menjadi Indonesia Cerah”.

Mestinya menurut Feri, dalam sistem politik pemerintahan presidensial, kalau presiden yang sudah lengser, itu mendukung presiden baru. Di satu koalisi yang sama.

“Dia biasanya mengasih pintu yang besar untuk presiden yang berkuasa untuk melakukan sesuatu, untuk melakukan apa pun. dia akan betul-betul mundur, karena kekuasaannya mutlak. Karena kekuasaan presiden itu tunggal,” kata Feri.

“Ini bahkan ada Pak Menteri yang mengatakan ketika berkunjung ke rumah Pak Presiden Joko Widodo beliau masih bos saya. padahal kalau pakai pasal 17 Undang-Undang Dasar, Bos Menteri itu cuman satu. Tidak ada masing-masingnya dengan mantan presiden,” sambungnya.

Feri sebut itu problematika. “Kalau memang mau terang ikuti saja alur konstitusi dan itu saya yakin Presiden Prabowo bisa menulis catatan baru ya, dari gelap terbitlah terang, berikutnya seperti Hari Kartini,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Anggota Polri Berpeluang Rangkap Jabatan Sipil Lebih Luas

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Habiburokhman Dinilai Lecehkan Kapolri-Kapolri Terdahulu

15 Juni 2026 - 16:40 WIB

Diundang Membuat Undang-Undang, tapi Rakyat Justru Sering Diusir dari Ruang Pembahasan

15 Juni 2026 - 12:35 WIB

Populer POLITIK