Menu

Mode Gelap
Ortuseight Sportstyle Rekomendasi Tepat Menemani Langkah Anda Di Hari Raya Imigrasi Soeta Amankan Tiga WNA Gunakan Paspor Palsu BGN Stop Sementara Operasional 1.512 SPPG di Pulau Jawa Skema Naik BBM Bertahap Jadi Solusi Wisata Dalam Negeri Kalah Saing dari Luar Negeri karena Ini Wakil Bupati Buton Selatan Kembali Jadi Sorotan, Etika Kepemimpinan Dipertanyakan

DAERAH

Petani Desa Pelepak Pute Tuntut Janji Kebun Plasma ke PT Rebinmas Jaya

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Kemarin, Jumat, 25 April 2025, ratusan anggota Kelompok Tani Desa Pelepak Pute turun ke jalan menggelar aksi damai di titik utama akses kebun milik PT Rebinmas Jaya. Aksi sebagai bentuk protes keras terhadap perusahaan yang diduga telah mengingkari komitmen dan kewajiban hukumnya kepada petani Desa Pelepak Pute.

“Aksi ini tidak muncul tiba-tiba. Sudah terlalu lama masyarakat menahan diri. Sudah lebih dari 30 tahun menunggu kebun plasma yang dijanjikan. Dan sudah terlalu banyak janji yang tidak ditepati,” kata salah seorang Ketua Kelompok Tani dalam keterangan tertulisnya kepada media.

Menurut dia, perusahaan telah berulang kali menyatakan komitmen untuk membangun kebun plasma melalui berbagai pertemuan resmi di Kantor Desa, Kecamatan, hingga forum mediasi tetapi setelah hampir delapan bulan berlalu, tidak ada satu pun bukti nyata di lapangan. “Yang ada hanya alasan, penundaan, dan pengingkaran,” katanya.

Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 98 Tahun 2013, setiap perusahaan perkebunan wajib menyediakan kebun plasma sebesar minimal 20 persen dari luas izin usahanya dan bermitra secara adil dengan masyarakat sekitar.

“Ini bukan imbauan. Ini adalah hukum! Mengabaikannya adalah bentuk pelanggaran hukum yang nyata, dan masyarakat tidak akan diam,” protesnya.

Ia menegaskan, “Kami sudah bersabar. Tapi kesabaran kami ada batasnya. Plasma bukan belas kasihan, plasma adalah hak kami. Jika perusahaan terus menolak, berarti mereka telah melawan hukum dan melawan rakyat!”

Ia menegaskan untutan masyarakat hari ini jelas dan tidak bisa ditawar. Yaitu: Realisasi segera kebun plasma untuk masyarakat Desa Pelepak Pute; Transparansi penuh atas peta lahan dan status kemitraan; segera untuk membuat kesepakatan kerjasama antara kedua pihak.

“Kami akan menyerahkan bukti-bukti lengkap pelanggaran ini kepada Bupati Belitung dan jika Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung tidak bertindak tegas, kami siap membawa persoalan ini langsung ke Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” ancamnya.

“Kami akan mendesak agar izin usaha PT Rebinmas Jaya dicabut karena tidak pantas ada perusahaan yang mengeruk kekayaan alam tapi mengabaikan hak-hak rakyat! Kami ingatkan, Negara ini adalah Negara Hukum.  

Dan dalam Negara Hukum, siapa pun yang melanggar—sekecil apa pun—harus ditindak,” imbuhnya.

Kelompok Tani Desa Pelepak Pute akan terus melawan ketidakadilan, sampai plasma benar-benar dibangun, bukan hanya dalam kata-kata, tapi nyata di lapangan.

Aksi tersebut dilaksanakan dengan pengawalan aparat dan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Pelepak Pute.

Aksi berlangsung tertib dan damai danpesan yang disampaikan kelompok tani tersebut jelas yakni, “Jika PT Rebinmas Jaya terus berkeras tidak melaksanakan kewajibannya, maka masyarakat akan menempuh jalur hukum dan politik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Wakil Bupati Buton Selatan Kembali Jadi Sorotan, Etika Kepemimpinan Dipertanyakan

11 Maret 2026 - 14:14 WIB

Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, Motor Besar Indonesia (MBI) Mengelar Buka Puasa Bersama Dan Salurkan Santunan Ke Anak Yatim Piatu

9 Maret 2026 - 03:52 WIB

Ramadhan Penuh Berkah, MBI DKI Jakarta Berikan Santunan Anak Yatim Piatu Yayasan Muslimin Jakarta Pusat

8 Maret 2026 - 12:01 WIB

Populer OTOMOTIF