Menu

Mode Gelap
Catut Nama Presiden Prabowo, CWIG Desak Kasus PT BAT Bank Naik ke Penyidikan Polisi Indonesia Siap Operasionalkan Nilai Ekonomi Karbon Wamen LHK Ungkap Kesenjangan Pendanaan Iklim Keberhasilan Pasar Karbon tak Hanya Tergantung Regulasi, tapi Kolaborasi Pemangku Kepentingan Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia hingga Akhir Tahun Polri Umumkan Rekrutmen Akpol 2026 Bebas Titipan, Mahfud: Buah Reformasi

BUDAYA

Candi Borobudur Berpotensi Jadi Pusat Ziarah Internasional yang Diakui Dunia

badge-check


					Foto: dok. akun X Fadli Zon Perbesar

Foto: dok. akun X Fadli Zon

INAnews.co.id, Magelang– Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyampaikan harapannya agar Candi Borobudur dapat menjadi pusat ziarah internasional yang diakui dunia. Hal ini diungkapkan dalam sambutan pidato puncak perayaan Hari Tri Suci Waisak 2569 BE tahun 2025 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (12/5/2025) malam.  

Menbud Fadli Zon menekankan bahwa Hari Waisak bukan hanya momen refleksi nilai-nilai religius, tetapi juga spiritual, historis, dan kultural yang mendalam. “Hari Waisak sebagai momen yang tak hanya merefleksikan nilai-nilai religius, namun juga spiritual, historis serta kultural yang sangat mendalam,” ujarnya di akun X pribadi Fadli, Selasa.

Kementerian Kebudayaan, mendukung WALUBI, turut memeriahkan acara puncak Waisak dengan pertunjukan pagelaran tari dan seni budaya lokal. “Mendukung WALUBI, Kementrian Kebudayaan memeriahkan acara puncak Waisak dengan pertunjukan pagelaran tari dan seni budaya lokal,” jelasnya.

Selain perayaan keagamaan bagi umat Buddha, Waisak juga menjadi pengingat nilai-nilai luhur seperti kasih sayang dan perhatian. “Selain perayaan keagamaan bagi umat Buddha, Waisak juga menjadi pengingat nilai-nilai luhur seperti kasih sayang dan perhatian. Nilai-nilai ini menjadi warisan spiritual yang masih sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini,” tambah Fadli.  

Dengan mengangkat tema “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia”, Hari Waisak menjadi momentum strategis untuk refleksi dan introspeksi diri dalam mewujudkan perdamaian dunia. “Dengan mengangkat tema ‘Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia’, hari Waisak juga merupakan momentum strategis untuk refleksi dimana semua umat dapat secara kolektif merenungi dan berintropeksi diri untuk mewujudkan sebuah perdamaian dunia yang hakiki,” kata Menbud.  

Menbud Fadli Zon menegaskan bahwa meningkatkan pengendalian diri dan kebijaksanaan adalah landasan untuk mewujudkan perdamaian dunia. “Meningkatkan pengendalian diri dan kebijaksanaan adalah landasan untuk mewujudkan perdamaian dunia. Melalui semangat Waisak, kita harus menciptakan harmoni dan kebahagiaan, membuktikan bahwa cinta kasih dan kesadaran adalah kunci untuk mengatasi segala tantangan,” tegasnya.

“Kementerian Kebudayaan mendorong Candi Borobudur untuk tak hanya menjadi situs bersejarah yang dilestarikan dan menjadi destinasi pariwisata saja, tetapi dapat menjadi pusat ziarah internasional yang diakui dunia,” ujar Fadli Zon.  

“Nilai-nilai agung yang terkandung dalam Candi ini, tentunya, dapat memberikan dampak positif bagi negara kita. Kita harus mendorong aktivasinya menjadi a place of pilgrimage for Buddhism. Tempat ziarah bukan hanya untuk umat Budha saja, akan tetapi juga untuk seluruh umat manusia dengan nilai-nilai spritual universalnya,” jelasnya.

“Dengan semangat persatuan, perdamaian, dan kebijaksanaan, saya berharap Hari Waisak ini dapat memperkuat upaya kolektif dalam merawat dan memajukan kebudayaan, serta untuk membangun bangsa yang harmonis, dan berakar kuat pada nilai-nilai luhur kemanusiaan, apalagi di tengah arus globalisasi yang pesat dan gejolak dunia yang dinamis,” harap Menbud.

Di puncak Peringatan Waisak, Menbud Fadli Zon bersama Menko Agus Yudhoyono dan Menteri Agama Nasarudin Umar turut menyalakan lampion. “Di puncak Peringatan Waisak, saya juga ikut menyalakan lampion bersama Menko Agus Yudhoyono dan Menteri Agama, Nasarudin Umar,” ungkapnya.

“Saya juga menyoroti makna penting Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia yang kini telah berkembang menjadi living heritage. Borobudur, ketika awal ditemukannya merupakan sebuah dead monument, situs mati. Namun kini Borobudur memiliki wajah barunya sebagai living monument, memberikan makna spiritual terhadap masyarakat dan menjadi simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia,” pungkas Fadli Zon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Siap Operasionalkan Nilai Ekonomi Karbon

17 April 2026 - 23:24 WIB

Keberhasilan Pasar Karbon tak Hanya Tergantung Regulasi, tapi Kolaborasi Pemangku Kepentingan

17 April 2026 - 17:21 WIB

Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia hingga Akhir Tahun

17 April 2026 - 14:41 WIB

Populer ENERGI