Menu

Mode Gelap
Prabowo Paparkan Data Perampokan Negara Ekonom: 80 Persen Pembiayaan Bank Syariah Pakai Murabahah Store Apparel Tracker Kini Membuka Oulet Perdananya Di Bintaro Jakarta Selatan Menjaga Kelestarian Alam dan Budaya Singkawang Kelas Menengah Tergerus PHK dan Inflasi Pangan, Daya Beli Masyarakat Anjlok Pertumbuhan Pangan 10 Persen tak Turunkan Inflasi

INDAG

IHSG BEI Kamis Dibuka Melemah

badge-check


					Foto: dok. peluang news Perbesar

Foto: dok. peluang news

INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona merah pada awal perdagangan Kamis, 31 Juli 2025. Mengutip data dari Bloomberg, IHSG dibuka melemah ke posisi 7.533,50, turun 16,39 poin atau 0,22% dari penutupan perdagangan sebelumnya di level 7.549,88.

Pergerakan IHSG yang tertekan ini sejalan dengan sentimen negatif dari pasar global. Keputusan Bank Sentral AS (The Fed) untuk kembali menahan suku bunga acuannya di level 4,25%-4,50% menjadi salah satu faktor utama yang membebani pasar saham domestik. Sikap The Fed yang hawkish atau cenderung ketat ini membuat investor lebih berhati-hati.

Selain itu, bursa saham regional Asia juga bergerak variatif cenderung melemah, menambah tekanan pada IHSG. Hingga pertengahan sesi perdagangan pagi, IHSG terpantau masih berfluktuasi di teritori negatif.

Analis pasar memperkirakan IHSG akan bergerak volatile atau fluktuatif sepanjang hari ini. Meskipun demikian, ada potensi rebound atau penguatan teknikal jika ada sentimen positif dari dalam negeri.

Investor disarankan untuk mencermati saham-saham pilihan yang masih memiliki fundamental kuat.

Di sisi lain, investor asing terpantau masih melakukan penjualan bersih di pasar saham domestik, yang turut berkontribusi pada pelemahan IHSG hari ini.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Paparkan Data Perampokan Negara

16 Februari 2026 - 08:17 WIB

Pertumbuhan Pangan 10 Persen tak Turunkan Inflasi

13 Februari 2026 - 21:51 WIB

Angka Pertumbuhan 5,39 Persen Dinilai Anomali

13 Februari 2026 - 17:44 WIB

Populer EKONOMI