Menu

Mode Gelap
ASPERINDO Bantah Penyedia Jasa Logistik Jadi Penyebab Mahalnya Biaya Distribusi Nasional Rupiah Bisa Rp10.000 per Dolar, Ini Syaratnya Anggota Polri Berpeluang Rangkap Jabatan Sipil Lebih Luas Pemkab Bogor Janji Keluarkan Surat Edaran Pencegahan LGBT Habiburokhman Dinilai Lecehkan Kapolri-Kapolri Terdahulu Rupiah Melemah, IHSG Anjlok: Bukti Tata Kelola Fiskal Buruk

KEUANGAN

Indikator Krisis Daya Beli Masyarakat: Fenomena “Rojali”

badge-check


					Foto: dok. Kompasiana Perbesar

Foto: dok. Kompasiana

INAnews.co.id, Jakarta Istilah “Rojali” (Rombongan Jarang Beli) kini menjadi fenomena baru yang mencerminkan krisis daya beli masyarakat Indonesia. Para pengusaha retail melaporkan mall-mall dipenuhi pengunjung yang hanya berkeliling tanpa membeli apa pun.

Fenomena serupa juga terjadi pada “Rohana” (Rombongan Hanya Nanya), di mana konsumen hanya bertanya harga tanpa jadi membeli. Hal ini menunjukkan masyarakat masih memiliki keinginan berbelanja namun terkendala kemampuan finansial.

Data penjualan mobil dan motor, yang menjadi indikator konsumsi kelas menengah, juga menunjukkan tren menurun.

Meski pameran otomotif tetap ramai dikunjungi, tingkat pembelian aktual justru turun dibanding periode sebelumnya.

Rocky Gerung menilai ini bukan lagi fenomena middle income trap, melainkan kelas menengah yang turun ke bawah. “Tabungan kelas menengah betul-betul sudah terkuras, dan ini akan jadi katup politik,” katanya lewat akun YouTube-nya, Selasa (29/7/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Rupiah Bisa Rp10.000 per Dolar, Ini Syaratnya

15 Juni 2026 - 22:52 WIB

Rupiah Melemah, IHSG Anjlok: Bukti Tata Kelola Fiskal Buruk

15 Juni 2026 - 14:36 WIB

Bagaimana Caranya Dolar 10 Ribu dan IHSG 10 Ribu?

15 Juni 2026 - 09:59 WIB

Populer KEUANGAN