Menu

Mode Gelap
MAXUS MIFA 7: Solusi Mobilitas Modern di GIIAS 2026 Warga Jakarta Pusat Deklarasi Perang Terhadap Tramadol Buton Selatan Raih LPM Award 2026, Bukti Komitmen Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Digitalisasi UMKM Tumbuh Pesat, tapi INDEF Nilai Belum Inklusif Pertumbuhan Ekonomi RI tak Ditopang Sektor Riil Sahroni Desak Polri Ungkap Bandar Besar di Balik 46 Juta Pil Koplo

GAYA HIDUP

IDWX & Jam Tangan: Tentang Waktu, Ruang, dan Perjalanan Koleksi

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Membicarakan jam tangan sering kali membawa kita ke obrolanyang lebih dalam dari sekadar angka menit dan detik. Banyak orang percaya jam tangan itu identik dengan karakter seseorang. Ada yang memakainya sebagai alat kerja, ada yang menjadikannya aksesoris, dan ada juga yang menganggap jam tangan sebagai artefak kecil yang menyimpan cerita masa lalu.

Di antara berbagai sudut kota Jakarta, muncul ekosistemkolektor yang tumbuh pelan dan organik. Di dalam lingkaranitu, IDWX menjadi satu nama yang sering disebut. Bukankarena mereka paling besar atau paling keras kampanye, tetapikarena pendekatannya yang lebih “cerita” daripada sekadartransaksi.

“We love timepieces, the story behind it, and the people who appreciate it.” Kalimat itu menggambarkan bahwa jam tangan di sana tidak hanya dilihat sebagai barang yang mahal, tetapisebagai objek yang punya konteks dan masa.

Dan rasanya memang cocok — Jakarta adalah kota yang ritmewaktunya cepat, tapi orangnya sering punya nostalgia. Jam tangan menjadi salah satu benda kecil yang “mengikat” keduanya: masa lalu dan masa kini.

Omega sebagai contoh “dialog” antara masa dan teknologi

Nama Omega sendiri punya narasi yang panjang — mulai dariSpeedmaster yang menapaki Bulan, sampai Seamaster yang melekat dengan dunia penyelaman dan petualangan.

Hal–hal seperti ini yang membuat jam tangan tidak terbacaseperti fashion item, tapi seperti dokumentasi perjalananmanusia dalam mengakali waktu.

Koleksi jam tangan, pada akhirnya, bukan soal brand apa yang lebih mahal. Tapi tentang pergerakan mesin kecil yang bertahanpuluhan tahun, ketelitian mekanik yang dibuat dalam bentukpaling padat dan detail yang tidak semua orang lihat, kecualiyang iseng memperhatikan

Ketika seseorang tertarik pada jam tangan Omega, bisa jadi iasedang tertarik pada sejarah ilmiah jam tangan. Bukan sematapada logonya.

Jakarta, dan titik temu para pecinta arloji

IDWX berbasis di Jakarta — dan ini agak menarik juga karenaJakarta adalah kota yang serba cepat. Namun di sela hiruk–pikukitu ada kelompok orang yang justru suka memperlambat waktu; membaca konfigurasi movement, memeriksa dial, mengingatseri produksi, menelusuri histori pemilik sebelumnya.

Dan ketika itu terjadi, jam tangan bukan lagi “alat”. Ia berubahmenjadi cara untuk berkomunikasi dengan era lain.

Di dunia jam tangan, nilai itu hadir perlahan. Tidak selaluglamor, tidak selalu gemerlap. Kadang yang membuat orang jatuh cinta adalah justru hal kecil seperti karakter patina, ataubagaimana bezel berubah warna karena terpapar matahari.

Ada orang yang membeli jam tangan untuk dipakai ke kantor.Ada yang mengincar jam tangan karena ingin menyimpanpotongan sejarah. IDWX, dalam konteks ini, hanyalah salah satu titik koordinatdalam peta besar horologi di Indonesia. Di mana jam tangan dipahami bukan sekadar aksesori, tetapijuga sebagai lintasan waktu yang bisa disentuh. Dan mungkin, itu yang membuat jam tangan selalu terasa hidup.*

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Semangat Sambut Kemerdekaan, Vasaka Hotel Jakarta Gelar Promo Spesial Bertajuk “Hadiah Kemerdekaan”

7 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Nikmati Sensasi Kuliner Malam Lewat “The Late Shift” di Canting Restaurant, Vasaka Hotel Jakarta

31 Juli 2026 - 14:25 WIB

Ayo Nikmati Keseruan Quarter Finals hingga Final Piala Dunia 2026 di Vasaka Hotel Jakarta

9 Juli 2026 - 16:00 WIB

Populer GAYA HIDUP