Menu

Mode Gelap
Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro FPCI Sebut Tindakan AS di Venezuela Langgar Hukum Internasional

PENDIDIKAN

AFS Global Future Leaders Network 2025 Digelar Yayasan Bina Antarbudaya dan SKK Migas

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta  Yayasan Bina Antarbudaya bersama SKK Migas menyelenggarakan in-person workshop AFS Global Future Leaders Network (GFLN) 2025 sebagai upaya memperkuat akses pendidikan berbasis energí dan keberlanjutan bagi pelajar Indonesia yang berfokus pada bidang infrastruktur berkelanjutan serta minyak dan gas. Program ini diinisiasi oleh Bina Antarbudaya dan SKK Migas sebagai bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat di bidang pendidikan.

Dalam program ini, sejumlah 55 siswa didatangkan dari wilayah operasi hulu migas, seperti Kepulauan Tanimbar, Kutai Kartanegara, Bojonegoro, Aceh Utara, dan Lhokseurmawe. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk para peserta berkolaborasi dan berjejaring dengan peserta lintas wilayah.

Kegiatan indoor workshop mencakup materi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dasar perancangan proyek, pengenalan sektor energi, serta penguatan soft skills. Materi disampaikan oleh fasilitator dan praktisi dari bidang pendidikan dan energi. Pembelajaran dilengkapi dengan outdoor learning experience melalui kunjungan ke Depo LRT Jakarta sebagai contoh infrastruktur transportasi berkelanjutan, Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang menerapkan teknologi ramah lingkungan, Kantor SKK Migas, serta Museum Nasional.

Kegiatan ini bertujuan membantu peserta memahami keterkaitan antara pendidikan, teknologi dan sektor energi secara langsung.

Salah satu peserta, Fradhea Anam (16) dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mengatakan pengalaman tersebut memperluas wawasannya. “Motivasi belajar saya meningkat setelah mengunjungi Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Kami melihat langsung penerapan panel Surya, pengelolaan air hujan, hingga teknologi robotik. Saya juga pertama kal menaiki LRT dan mempelajani penerapan infrastruktur berkelanjutan di Depo LRT Jakarta. Semuanya sangat menarik dan bermanfaat.”

Sebagai hasil pembelajaran selama workshop, peserta mempresentasikan Capstone project oleh 11 kelompok pada hari kelima. Capstone project adalah tugas akhir kelompok yang disusun untuk mengatasi suatu masalah dan berpotensi diimplementasikan secara nyata. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang melibatkan perwakilan dari SKK Migas.

Penilaian tersebut dibagi berdasarkan lima kategori penghargaan, yaitu The Most Innovative ldea, The Most Impactful Solution, The Most Progressive Group, The Most Engaging Presentation, dan The Best Capstone Project. Pengumuman penghargaan disampaikan dalam acara penutupan yang turut dimeriahkan oleh penampilan budaya dari perwakilan peserta. Dengan demikian, Bina Antarbudaya dan SKK Migas menutup rangkaian program in-person workshop AFS Global Future Leaders Network 2025.

Sejalan dengan tujuan utama program untuk menyiapkan pemimpin masa depan yang memiliki daya saing global, CSR Specialist SKK Migas, Ibu Fadhilah menyampaikan, kolaborasi ini lahir untuk memberi kesempatan akses pendidikan berkualitas, terutama di wilayah operasi hulu migas. Diharapkan peserta mampu meningkatkan kemampuan komunikasi dan memahami isu keberlanjutan, serta industri migas. Dalam hal ini, SKK Migas memberi dukungan berupa penyediaan akses dan membantu koordinasi antara KKKS dengan Bina Antabudaya. “Kami senang berkolaborasi dengan Bina Antarbudaya yang memastikan kualitas pengalaman belajar bagi peserta.”

Program AFS Global Future Leaders Network 2025 yang didukung oleh 10 KKKS-SKK Migas membuktikan kepercayaan terhadap Yayasan Bina Antarbudaya. Sepuluh KKKS tersebut memiliki wilayah operasi hulu migas yang tersebar di Indonesia; yaitu Pertamina Hulu Mahakam, Bumi Siak Pusako, Pertamina EP, Premier Oil Andaman, PetroChina International Jabung, Premier Oil Natuna Sea, ExxonMobil Cepu Limited, Pertamina Hulu Rokan, Mubadala Energy South Andaman, Petronas Carigali Ketapang Il, dan Inpex Masela Ltd. Yayasan Bina Antarbudaya membuktikan bahwa program pendidikan inklusif sangat penting untuk generasi muda.

Dengan 40 tahun pengalaman sejak didirikan pada 1985, Yayasan Bina Antarbudaya telah membina ribuan pemuda menjadi pemimpin yang menjunjung perdamaian dan keadilan global didukung oleh jaringan volunteer di 20 chapter yang tersebar di seluruh Indonesia. Variasi program Bina Antarbudaya berkembang menjadi program digital atau gabungan program digital dan workshop yang salah satunya adalah AFS Global Future Leaders Network. Hal ini bertujuan untuk memberikan akses kesempatan bagi semakin banyak siswa.

Tentang Bina Antarbudaya

Bina Antarbudaya adalah organisasi nirlaba independen yang mengelola program pertukaran pelajar di Indonesia. Sebagai mitra dari AFS Intercultural Programs, sebuah organisasi internasional. Bina Antarbudaya setiap tahun mengadakan program untuk mengasah kemampuan global siswa tingkat SMA/sederaiat seneti domestic workshop. & international exchange.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

7 Januari 2026 - 08:16 WIB

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

NU tak Bisa Dikooptasi: Kepala Dipegang, Ekor Belum Tentu Ikut

5 Januari 2026 - 21:32 WIB

Cerita Proyek Sarapan Siswa yang “Agak Sensitif”

29 Desember 2025 - 12:39 WIB

Populer PENDIDIKAN