Menu

Mode Gelap
Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

POLITIK

Butir 7 soal Ijazah Palsu Jokowi dari Rektor UGM “Pesan untuk Hakim”

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Mahfud MD menilai pernyataan Rektor UGM Ova Emilia pada butir ketujuh terkait ijazah Jokowi merupakan “pesan kepada hakim” untuk membuktikan secara fair di pengadilan, bukan menjadikan UGM sebagai pihak yang terus diperdebatkan.

Butir ketujuh menyatakan: “Jokowi telah menerima ijazah asli sesuai ketentuan. Sejak itu segala hal yang terkait dengan ijazah tersebut, termasuk keputusan untuk menunjukkan kepada publik atau tidak, merupakan tanggung jawab yang bersangkutan.”

“Menurut saya ini tepat sekali. Dia mengatakan kami UGM sudah mengeluarkan ijazah untuk Jokowi. Adapun ijazah itu digunakan oleh Jokowi untuk apa atau digunakan oleh orang lain yang mengaku Jokowi, itu bukan tanggung jawab UGM,” ungkap Mahfud dalam podcast Terus Terang yang diunggah Selasa (2/12/2024).

Ia menegaskan pengadilan harus membuktikan secara fair apakah ijazah yang dipakai Jokowi—yang dituding palsu—sesuai dengan yang dikeluarkan UGM. “Tidak bisa dong orang dituduh memfitnah kalau itu tidak dibuktikan lebih dulu,” katanya.

Mahfud menambahkan dalam hukum, siapa yang mendalilkan harus membuktikan, dan siapa yang dituduh juga harus membuktikan sebaliknya. “Kalau Anda bisa membuktikan sebaliknya ini aslinya, berarti Anda aman. Ini hukum, tidak ada urusan dengan pemihakan kepada siapa,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK