INAnews.co.id, Jakarta– Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan di angka 5 persen selama satu dekade terakhir hanyalah “kosmetik statistik” yang tak mencerminkan kesejahteraan riil masyarakat.
“Ekonominya kelihatan stabil tapi banyak indikator fundamental yang bilang hati-hati, ada yang sedang tidak baik-baik saja,” ungkap Salsa Azkia, peneliti INDEF dalam diskusi peluncuran buku Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026, Selasa.
Riza Annisa Pujarama, peneliti Center of Macroeconomic & Finance INDEF, menegaskan ekonomi Indonesia belum berubah sejak era Orde Baru. “Kita masih bertumpu pada komoditas, ekspor kita belum bernilai tambah tinggi, bahkan dibandingkan Vietnam sekarang kita tertinggal,” katanya.
Yang lebih mengkhawatirkan, meski pertumbuhan ekonomi tampak stabil di 5 persen, daya beli masyarakat justru melemah. Konsumsi rumah tangga yang menjadi motor penggerak perekonomian tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional selama dua tahun terakhir.






