Menu

Mode Gelap
Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi MBG Mulia tapi Rawan Bocor, Budayawan Minta Audit Terbuka

EKONOMI

Ekonomi Indonesia Terjebak di Angka 5 Persen

badge-check


					Foto: dok. tempo Perbesar

Foto: dok. tempo

INAnews.co.id, Jakarta– Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan di angka 5 persen selama satu dekade terakhir hanyalah “kosmetik statistik” yang tak mencerminkan kesejahteraan riil masyarakat.

“Ekonominya kelihatan stabil tapi banyak indikator fundamental yang bilang hati-hati, ada yang sedang tidak baik-baik saja,” ungkap Salsa Azkia, peneliti INDEF dalam diskusi peluncuran buku Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026, Selasa.

Riza Annisa Pujarama, peneliti Center of Macroeconomic & Finance INDEF, menegaskan ekonomi Indonesia belum berubah sejak era Orde Baru. “Kita masih bertumpu pada komoditas, ekspor kita belum bernilai tambah tinggi, bahkan dibandingkan Vietnam sekarang kita tertinggal,” katanya.

Yang lebih mengkhawatirkan, meski pertumbuhan ekonomi tampak stabil di 5 persen, daya beli masyarakat justru melemah. Konsumsi rumah tangga yang menjadi motor penggerak perekonomian tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional selama dua tahun terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

25 Februari 2026 - 03:55 WIB

Komentar Pengamat soal Alfamart dan Indomaret Harus Tutup karena Bisa Rugikan Kopdes

24 Februari 2026 - 19:17 WIB

Populer EKONOMI