Menu

Mode Gelap
Reformasi Polri Mandek, Jimly-Mahfud Tunggu Presiden CSED INDEF: Ekonomi Syariah Bukan Hanya Nilai Islam Hamas dan Pejuang Gaza Tidak Menolak BOP Penyaluran ZISWAF Masih Karitatif Gaya Diplomasi Prabowo Menarik Perhatian Trump Keuangan Syariah Komersial Bergeser ke Akad Profit-Loss Sharing

NASIONAL

Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun

badge-check


					Foto: dok. RRI Perbesar

Foto: dok. RRI

INAnews.co.id, Davos- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia mencapai swasembada beras untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun dengan produksi tertinggi sepanjang sejarah, dalam pidatonya di WEF Davos, Kamis (22/1/2026).

“Kami capai swasembada beras untuk pertama kali dalam bertahun-tahun. Produksi beras kami tertinggi dalam sejarah Indonesia. Saya beri target swasembada dalam empat tahun. Tim saya lakukan dalam setahun,” kata Prabowo.

Ia yakin dalam empat tahun ke depan Indonesia akan swasembada produk pangan lain seperti jagung, gula, dan protein.

Indonesia tidak takut integrasi ekonomi karena merupakan bangsa dagang ratusan tahun. “Kami tutup perjanjian dagang bukan karena sedang tren, tapi karena perlu. Kami percaya konsep win-win,” ujarnya.

Tahun lalu ditandatangani perjanjian perdagangan bebas dan kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa, Kanada, Peru, dan Eurasia. Baru saja di Inggris ditandatangani kemitraan strategis dan kesepakatan pertumbuhan ekonomi, dengan harapan tahun depan rampung perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan Inggris.

“Ini bagian dari strategi kami memperdalam produktivitas, kurangi hambatan, buka pertumbuhan sektor swasta untuk Indonesia, ASEAN, dan negara selatan global,” jelasnya.

Prabowo menegaskan integrasi perdagangan yang adil bukan ancaman kedaulatan. “Kami percaya perdagangan adalah alat kemakmuran,” katanya.

Indonesia punya visi jelas menjadi negara modern terintegrasi dengan ekonomi global, memberikan kualitas hidup baik bagi warga yang bebas dari kemiskinan dan kelaparan. “Tapi kami paham ini tidak tercapai dengan slogan saja. Butuh tekad, tata kelola baik, pemerintah bersih bebas korupsi, dan administrasi publik efisien,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Hamas dan Pejuang Gaza Tidak Menolak BOP

9 Februari 2026 - 20:48 WIB

Gaya Diplomasi Prabowo Menarik Perhatian Trump

9 Februari 2026 - 18:48 WIB

Dorong Kemandirian Industri Pertahanan, Forkominhan Gelar Diskusi Bersama

7 Februari 2026 - 21:33 WIB

Populer NASIONAL