Menu

Mode Gelap
Ortuseight Sportstyle Rekomendasi Tepat Menemani Langkah Anda Di Hari Raya Imigrasi Soeta Amankan Tiga WNA Gunakan Paspor Palsu BGN Stop Sementara Operasional 1.512 SPPG di Pulau Jawa Skema Naik BBM Bertahap Jadi Solusi Wisata Dalam Negeri Kalah Saing dari Luar Negeri karena Ini Wakil Bupati Buton Selatan Kembali Jadi Sorotan, Etika Kepemimpinan Dipertanyakan

ENERGI

Subsidi Energi Fosil Rp400 Triliun Hambat Perkembangan EBT

badge-check


					Foto: Khalid Syairazi/tangkapan layar Perbesar

Foto: Khalid Syairazi/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Subsidi energi fosil yang mencapai sekitar Rp400 triliun per tahun dinilai menjadi penghambat utama perkembangan energi terbarukan di Indonesia, sehingga reformasi subsidi menjadi kebutuhan mendesak.

Anggota Dewan Energi Nasional Khalid Syairazi menegaskan, selama energi fosil disubsidi, EBT tidak akan berkembang. “Kalau kita reformasi subsidi dengan sistem tertutup yang tepat sasaran, kita bisa punya minimal Rp 50 triliun per tahun untuk pengembangan EBT,” ujarnya dalam diskusi INDEF, Selasa (27/1/2026).

Saat ini, batubara untuk pembangkit listrik mendapat subsidi melalui Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) dengan harga hanya US$ 70 per ton untuk kalori tinggi, padahal harga pasar ekspor mencapai US$ 58-60 per ton. Subsidi ini membuat harga listrik PLN relatif murah di 9 sen dolar per kWh.

Wakil Ketua Komisi 12 DPR RI Sugeng Suparwoto mengakui dilema antara subsidi dan daya beli masyarakat. “Dengan tarif sekarang yang sudah disubsidi saja, banyak masyarakat protes. Apakah kita sudah berani mencabut subsidi dengan pendapatan per kapita masih di bawah US$ 5.000?” tanyanya.

APBN 2026 mengalokasikan Rp 103 triliun untuk subsidi listrik, termasuk Rp 10 triliun untuk infrastruktur listrik desa dan Rp 93 triliun untuk subsidi tarif golongan tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Skema Naik BBM Bertahap Jadi Solusi

11 Maret 2026 - 17:59 WIB

Harga Minyak Diprediksi Capai USD 114 per Barel pada Mei 2026

11 Maret 2026 - 11:50 WIB

Mengajak Masyarakat Sipil Konsolidasi: Jaga Reformasi

10 Maret 2026 - 20:58 WIB

Populer POLITIK