Menu

Mode Gelap
Ortuseight Sportstyle Rekomendasi Tepat Menemani Langkah Anda Di Hari Raya Imigrasi Soeta Amankan Tiga WNA Gunakan Paspor Palsu BGN Stop Sementara Operasional 1.512 SPPG di Pulau Jawa Skema Naik BBM Bertahap Jadi Solusi Wisata Dalam Negeri Kalah Saing dari Luar Negeri karena Ini Wakil Bupati Buton Selatan Kembali Jadi Sorotan, Etika Kepemimpinan Dipertanyakan

INDAG

Gejolak Pasar Saham Ancam Degradasi Indonesia ke Frontier Market

badge-check


					Gejolak Pasar Saham Ancam Degradasi Indonesia ke Frontier Market Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Empat kali trading halt yang terjadi di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan volatilitas pasar modal Indonesia yang tinggi. Ekonom memperingatkan risiko degradasi dari emerging market menjadi frontier market jika transparansi dan tata kelola bursa tidak segera diperbaiki.

“Ketika sudah jadi frontier market, isunya akan menghit ke mana-mana. Yield obligasi jadi lebih mahal, saudaranya Bangladesh dan Burkina Faso. Ini akan jadi tantangan lebih besar bagi Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen,” jelas Eko Listiyanto dalam diskusi publik bertajuk “Pertumbuhan di Tengah Gejolak Pasar Saham”, Kamis (6/2/2026).

Analisis INDEF terhadap 41.700 percakapan di media sosial X menunjukkan kekhawatiran publik yang tinggi. Masyarakat menuntut OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) “jangan plonga-plongo” dalam mengambil tindakan.

Gejolak pasar saham juga berdampak pada rupiah dan kepercayaan investor asing yang menarik dana hingga puluhan triliun rupiah.

Terkait rencana demutualisasi bursa, INDEF menyarankan agar Indonesia mempelajari best practice negara seperti Malaysia dan India yang berhasil menjaga independensi bursa meski memiliki Sovereign Wealth Fund.

“Harus ada aturan yang memastikan kepemilikan menyebar, tidak dimonopoli satu entitas tertentu, agar bursa tetap independen,” ujar Eko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Model Jerman ‘Four in One’ Jadi Cermin Benahi Vokasi Indonesia

6 Maret 2026 - 16:58 WIB

Perjanjian Dagang RI-AS tak Setara

4 Maret 2026 - 14:37 WIB

Curiga Impor Pikap India Sekadar Proyek Rente

2 Maret 2026 - 09:49 WIB

Populer INDAG