Menu

Mode Gelap
Ortuseight Sportstyle Rekomendasi Tepat Menemani Langkah Anda Di Hari Raya Imigrasi Soeta Amankan Tiga WNA Gunakan Paspor Palsu BGN Stop Sementara Operasional 1.512 SPPG di Pulau Jawa Skema Naik BBM Bertahap Jadi Solusi Wisata Dalam Negeri Kalah Saing dari Luar Negeri karena Ini Wakil Bupati Buton Selatan Kembali Jadi Sorotan, Etika Kepemimpinan Dipertanyakan

GLOBAL

Hamas dan Pejuang Gaza Tidak Menolak BOP

badge-check


					Foto: dok. cnnindonesia Perbesar

Foto: dok. cnnindonesia

INAnews.co.id, Jakarta- Ketua Umum Wahdah Islamiah Ustaz Zaitun Rasmin mengungkapkan bahwa Hamas dan faksi-faksi pejuang di Gaza tidak menolak keberadaan Board of Peace (BOP) bentukan Donald Trump. Yang mereka persoalkan hanya keberadaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam organisasi tersebut.

“Sampai sekarang tidak ada pernyataan penolakan kepada BOP dari Hamas maupun faksi-faksi pejuang di Gaza. Yang mereka persoalkan kenapa Netanyahu ada juga di situ,” ujar Ustaz Zaitun di kanal Abraham Samad Speak Up, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, para pejuang Gaza menyatakan bahwa bagi mereka yang paling penting bukan ada atau tidaknya BOP, melainkan pelaksanaan gencatan senjata yang konsekuen tanpa pelanggaran dan bantuan kemanusiaan yang benar-benar bisa masuk.

“Mereka nyatakan mau ada BOP atau tidak ada BOP, mereka tidak akan mungkin bisa dilucuti dan tidak akan mau dipindahkan dari Gaza,” tegasnya.

Ustaz Zaitun menilai hal ini sebagai karunia Allah bahwa kekuatan pejuang Gaza selama lebih dari 2 tahun tidak bisa dipatahkan Israel, meskipun mereka sudah mengalami blokade ekonomi dan teritorial selama lebih dari 16 tahun.

Ia juga menjelaskan bahwa fakta Palestina tidak diajak masuk BOP justru memiliki sisi positif, karena para pejuang tidak terikat perjanjian dan tetap bisa melakukan perlawanan jika diperlukan. Sementara aspirasi mereka bisa diperjuangkan oleh negara-negara Islam yang menjadi anggota BOP seperti Turki, Qatar, Indonesia, dan Saudi Arabia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Dunia di Ambang Tragedi Kemanusiaan Baru jika Hukum Perang Diabaikan

5 Maret 2026 - 23:59 WIB

Perubahan Rezim Iran tak Semudah Impian Trump, Sejarah Buktikan Kegagalan

5 Maret 2026 - 21:31 WIB

Indonesia Berpeluang Isi Kekosongan Mediator Iran-AS

5 Maret 2026 - 13:38 WIB

Populer GLOBAL