Menu

Mode Gelap
Prabowo: Koruptor Dana MBG Tidak Pantas Dihormati Danantara Sumber Daya Indonesia Kelola Ekspor Rp14 Miliar Dolar Prabowo Bongkar 1.074 BUMN, Target Tinggal 300 Akhir 2026 RI Capai Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target Gempa NTT: Dua Tewas, Peringatan Dini Tsunami Sempat Diberlakukan Prabowo Klaim 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan

POLITIK

Ormas Islam Sepakat Dukung Strategi Presiden untuk Palestina

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Dalam pertemuan yang melibatkan 16 ormas Islam dan puluhan kiai sepuh, tercapai konsensus kuat mulai dari tataran nilai, prinsip, hingga kebijakan terkait dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf merinci tingkatan kesepakatan tersebut. “Pada tataran nilai, semua sepakat bahwa menolak penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa adalah amanat proklamasi. Pada tataran prinsip, semuanya sepakat bahwa Indonesia harus membantu, membela, dan memperjuangkan Palestina sampai merdeka,” ungkapnya, Selasa.

Yang menarik, pada tataran kebijakan, para pemimpin ormas Islam mendapat penjelasan ekstensif dari Presiden tentang pertimbangan realistis terkait keadaan aktual dan peluang-peluang yang tersedia. “Agar Indonesia bisa secara lebih konkret, lebih progresif, dan mengejar hasil yang lebih nyata berdampak untuk menolong Palestina,” kata Yahya Cholil.

Para tokoh agama menitipkan pesan penting kepada Presiden agar tidak mudah terbawa arus yang justru bisa merugikan Palestina. Menanggapi hal itu, Presiden menegaskan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan penuh.

“Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza,” jelas Yahya Cholil.

Strategi Indonesia tidak hanya terfokus pada Gaza, tetapi juga akan dikembangkan untuk membantu rakyat Palestina di Tepi Barat. Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace dipandang sebagai langkah strategis yang terkonsolidasi dengan negara-negara Islam dan Timur Tengah lainnya.

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin menegaskan, para pemimpin ormas mengingatkan bahwa tujuan akhirnya bukan hanya perdamaian, tetapi kemerdekaan sejati Palestina. “Ini tadi disampaikan dengan jelas dan alhamdulillah Bapak Presiden menerima baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Mendikdasmen: Demokrasi Bukan Sekadar Pemilu Semata

12 Agustus 2026 - 17:28 WIB

Perludem Luncurkan Akademi Demokrasi untuk Siswa dan Guru

12 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Ganti Menkeu

11 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Populer POLITIK