Menu

Mode Gelap
Reformasi Polri Mandek, Jimly-Mahfud Tunggu Presiden CSED INDEF: Ekonomi Syariah Bukan Hanya Nilai Islam Hamas dan Pejuang Gaza Tidak Menolak BOP Penyaluran ZISWAF Masih Karitatif Gaya Diplomasi Prabowo Menarik Perhatian Trump Keuangan Syariah Komersial Bergeser ke Akad Profit-Loss Sharing

NASIONAL

Prabowo Tekankan Opsi Keluar dari BOP jika Bertentangan dengan Prinsip Indonesia

badge-check


					Foto: Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal, dok. media indonesia Perbesar

Foto: Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal, dok. media indonesia

INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto berkali-kali menegaskan Indonesia akan keluar dari Board of Peace (BOP) jika bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional. Penegasan ini disampaikan dalam pertemuan terbuka dengan para pakar kebijakan luar negeri, Rabu (4/2/2025).

“Beliau tidak akan ragu untuk keluar, termasuk kalau negara lain tetap masuk. Ini berkali-kali beliau tekankan,” ujar Dino usai pertemuan di Istana.

Dino menyebut pertemuan berlangsung sangat terbuka dan dua arah, berbeda dengan kesan pertemuan presiden yang biasanya top-down. Presiden Prabowo dinilai realistis dalam memahami risiko keterlibatan Indonesia dalam BOP, terutama ancaman dari Israel yang memiliki pengaruh besar terhadap pemerintahan Donald Trump.

Namun, Prabowo meyakini Indonesia dapat mengimbangi tekanan tersebut dengan menjaga kekompakan bersama negara-negara Islam seperti Saudi Arabia, Turki, Mesir, dan Yordania. “Leverage Indonesia akan lebih besar karena kita selalu menjaga kekompakan dengan negara-negara Islam,” kata Dino menyampaikan pernyataan Presiden.

Dino mengakui BOP merupakan eksperimen dengan risiko kegagalan tinggi. Ia menyebut BOP sebagai “satu-satunya opsi di atas meja” untuk menghentikan gencatan senjata, meski gencatan senjata masih dilanggar Israel. “Ini bukan obat ampuh yang bisa menyembuhkan segala penyakit,” tegasnya.

Menurut Dino, tiga posisi utama Indonesia dalam BOP adalah: masuk dengan memahami risiko yang ada, memegang opsi untuk keluar, dan memastikan tujuan akhir adalah Palestina merdeka melalui solusi dua negara.

Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya menjaga BOP tetap dalam koridor PBB dan tidak keluar dari mandatnya. Kredibilitas BOP, menurut Dino, berasal dari pembentukannya oleh Dewan Keamanan PBB.

Dino mengapresiasi keterbukaan Presiden dalam membahas risiko, opsi, dan skenario yang dapat membahayakan Indonesia ke depan. “Diskusi ini tidak ada batasannya, sangat terbuka dan jujur,” katanya.

Presiden juga berjanji pertemuan dengan komunitas kebijakan luar negeri akan terus berlanjut, sambil mengakui adanya tantangan dalam komunikasi dan persepsi publik terkait keputusan Indonesia bergabung dalam BOP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Gaya Diplomasi Prabowo Menarik Perhatian Trump

9 Februari 2026 - 18:48 WIB

Dorong Kemandirian Industri Pertahanan, Forkominhan Gelar Diskusi Bersama

7 Februari 2026 - 21:33 WIB

Manufaktur Stagnan, Indonesia Alami “Jobless Growth” dengan Penyerapan Naker Minim

6 Februari 2026 - 21:47 WIB

Populer NASIONAL